saya dan Ho Chi Minh, Vietnam

By 6:31:00 PM

berkelana lagi, tapi kali ini tidak menjinjing tas, saya pakai backpack! *minjem

Terima kasih Reza untuk backpacknya :)

Seperti biasa, Mbah Air Asia mewujudkan mimpi saya untuk jalan-jalan murah sesuai budget :) kalau boleh cerita sedikit, saya ingin mengunjungi Vietnam sejak awal tahun 2009, ketika otak mulai stuck dengan tesis yang tidak kunjung kelar :P mencari-cari tiket tapi semua mahal! karena sadar isi dompet tidak sesuai dengan harga yang tertera di site penerbangan, jadi sementara niat dimasukan ke dalam peti. Tiba-tiba suatu hari si Mbah yang baik hati mengeluarkan pengumuman sedang PROMO. Dapetlah tiket jauh di bawah harga normal yang selama ini saya lihat. Rute Kuala Lumpur - Ho Chi Minh - Phnom Penh - Kuala Lumpur ada di tangan dengan harga RM 200an saja saudara-saudara!!!

Pada posting kali ini saya akan menceritakan perjalanan KL-Vietnam dan setengah perjalanan menuju Siem Reap, Cambodia. Pesawat take off pada pukul 07.25 am hari senin yang dingin :D dan sampai di Ho Chi Minh City Airport pada pukul 08.20 am. Waktu Ho Chi Minh sama dengan waktu Indonesia (WIB). Seiring berkembangnya penyebaran virus H1N1 di beberapa negara, dan sudah masuk Malaysia juga Indonesia, sensor dan brosur tentang penyakit swine flu ini bertebaran di bandara. Ketika akan memasuki bagian keimigrasian, kita harus mengisi form yang menyatakan bahwa kita tidak terkena gejala flu babi, dan ketika akan memasuki area pemeriksaan keimigrasian, kita akan melewati satu alat sensor yang dapat mendeteksi apakah kita sehat atau tidak. serem!

Keluar dari Airport, kami (saya dan lima orang teman lainnya) langsung memutuskan untuk naik taksi berbanding naik bis dengan pertimbangan RIBET! Taksi berjenis kijang dengan harga $8 pun ada di depan mata dan kami meluncur ke Bui Vien Street yang diketahui sebagai daerah backpacker berkumpul, which means akan banyak penginapan murah. Mereka biasanya menawarkan kamar dengan twin atau triple bed harga mulai $ 15 dengan kondisi yang berbeda-beda. Di Ho Chi Minh ini kami hanya menginap semalam, dan dapet dua kamer yang bersih dan nyaman dengan harga $ 26 untuk twin bed yang diisi empat orang dan $ 15 untuk twin bed yang diisi dua orang. Jadi per-gundul kena harga sewa kurang lebih $ 7, termasuk bagus buat kamer yang nyaman, berbanding hostel yang sebelumnya kami lihat. Untuk referensi, nama hotel tempat kami menginap adalah HAPPY INN 2 , 178 Bui Vien Street, District 1, HCM City. (84.8) 8 385 337.

Istirahat sebentar dan meluncur ke jalanan. Karena waktu kami di sini hanya sampai pukul 7 besok paginya, maka waktu kami manfaatkan dengan maksimal satu harian itu untuk mengunjungi beberapa tempat. Ben Thanh Market, tempat tujuan pertama. Ini adalah pasar untuk kita membeli berbagai oleh-oleh, harga yang ditawarkan agak mahal, jadi harus maju tak gentar menawar dengan harga yang benar :D Kita bisa membeli magnet dengan harga $ 1 untuk 3 buah magnet dan T-shirt dengan harga $ 1.50 untuk setiap helainya. Sementara untuk souvenir lainnya, berjuanglah! Dari tempat ini kami jalan-jalan keliling melihat Independence Monument, Revolutionary Museum, Cathedral Notre-Dame dan War Remnants Museum.

Banyak taman di kota ini, dan taman-taman itu dimanfaatkan untuk membaca, belajar, pacaran, olah raga atau sekedar duduk-duduk santai. Ada beberapa hal yang bisa jadi catatan selama berada di kota ini:
  • Sediakan uang dollar dalam pecahan kecil atau anda akan membayar dengan dollar bulet dan dikembalikan dalam Dong (mata uang Vietnam) dan ini akan menyusahkan anda karena mata uang Dong tidak terlalu bernilai.
  • Bagi yang muslim, bawalah bekal yang memadai atau anda akan susah makan karena kebanyakan rumah makan di sini tidak menyediakan makanan yang halal.
  • Kalau menyebrang hati-hati, Ho Chi Minh ini kota sejuta motor, dan lalu lintasnya agak semrawut walau hampir tidak ada kecelakaan terlihat *mereka sau tama sau gimana cara berkendaraan rasanya :D
  • Berjalan kaki menghemat biaya transportasi, kota ini tidak terlalu besar, jadi stamina yang fit sangat membantu mengatasi pengeluaran :D Selain itu, Ho Chi Minh adalah kota yang tidak terlalu besar, jadi bisa dijelajah dengan jalan kaki dan waktu yang singkat.
  • Bepergian dengan beberapa teman meringankan biaya transportasi dan penginapan, karena harga akan dibagi dengan jumlah orang, selain itu juga jadi ada orang yang bisa ambil foto kita ketika jalan-jalan :D
Untuk perjalanan keesokan harinya, kami membeli tiket bis dari Travel Agent seharga $20 per-gundul. Perjalanan Ho Chi Minh - Siem Reap (next destination) akan memakan waktu 11-12 jam, sayangnya bis untuk ke Siem Reap hanya ada di pagi hari jam 7 saja, jadi bisa dibilang akan ada satu hari terbuang di dalam bis. Untuk kunjungan ke Cambodia, kita memerlukan Visa yang akan diurus pada saat sampai di perbatasan antara Vietnam - Cambodia. Harga pengurusan Visa per-gundul adalah $ 20, tapi biasanya visa kita akan diuruskan oleh pihak armada bis dengan tambahan service charge sebesar $ 4, jadi total adalah $ 24 yang berlaku untuk satu bulan.

Caravan Sapaco Tourist 309 Pham Ngu Laos St, Dist 1, HCMC (84-8) 39 203 623 www.sapacotourist.com

Sepanjang perjalanan menuju Siem Reap, kita bisa melihat pemandangan sawah, rumah adat yang berupa rumah panggung, dan banyaknya sapi di jalan. pemandangan ini akan bisa dinikmati selama 12 jam penuh! selamat mengantuk :)

Catatan, 1 USD = 17,000 Dong

Sampai di sini cerita tentang Vietnam, ketemu lagi di Siem Reap :D

Selamat Jalan-jalan!



*foto koleksi pribadi

You Might Also Like

2 komentar

  1. to be honest, i'm jelous. pengen jalan2 juga! :D

    ReplyDelete
  2. AYO KITA JALAN-JALAN...
    kan kita udah janji mau berpetualang :)
    SEMANGAT!

    ReplyDelete