Guangzhou: Chen Clan Family

By 9:57:00 AM


Bangunan tampak depan *ah andai punya lensa lebih lebar*

Ini tiketnya!

Ini gapura depannya

Kalau hari sebelumnya saya diusir sama penjaga gerbang Chen Clan Family Temple ini, hari ini nggak dong *pasang tampang culas*. Saya sampai di bangunan ini sekitar jam 11.30, langsung beli tiket 10RMB dan bersiap menikmati segala yang ada di situ. Masuk aja ke gerbang, semua orang sibuk foto sana sini. Ada yang lagi telefonan dengan nada dasar suara DO tinggi *haish*, ada yang sibuk kejar-kejar anak, ada yang sibuk menerangkan pada anaknya bangunan apa ini, ada pasangan yang sibuk gandengan *jah*, ada rombongan bule dengan anak-anak muda yang bikin mata berbinar *suuurrlllp* dan banyak orang dengan aktifitas lainnya seperti mengunyah permen atau bahkan nahan pipis *saya pengamat wajah yang baik bukan?*.


Informasi tentang Chen Clan Family ada di sini. Saya juga sempet agak bingung ya, apakah ini temple atau apa. Karena baca beberapa sumber, ada yang menyebut ini Academy ada juga yang menyebut Family. Tapi setelah baca-baca dan baca beberapa sumber, ternyata ini adalah dulu tempat tinggal Sun Yat Sen yang pernah menjabat sebagai presiden RRC. Kemudian setelah beberapa tahun, bangunan ini dinamakan Chen Clan Academy.

Bagi yang suka film-film Mandarin, bangunan ini bener-bener seperti rumah keluarga China yang ada di tv. Bangunan yang cukup besar, panjang mengelilingi satu halaman yang luas dipenuhi dengan bonsai dan rumput hijau serta patung-patung. Saya suka sekali bangunan China ini, artistik, cantik, menarik, misterius, dan seksi *bagian terakhir agak aneh ya kedengerannya*. Kebanyakan kan keluarga China akan tinggal dalam satu kawasan rumah yang sama, hanya saja berbeda bangunan, seperti yang saya kunjungi ini.

Ini gerbang utama yang dijaga oleh dua penjaga, serem ya..

Sekarang bangunan megah indah ini diisi dengan berbagai jenis keramik, ukiran, lukisan dan segala hal berbau budaya China yang sangat historikal dan unik dan bersejarah. Kalau sempat kesana, perhatikan ukiran pintunya, indah! Bagian atas bangunan itu lebih cantik lagi, pahatan batu itu...suka. Ini alasan saya selalu suka temple, bagaimana orang-orang itu punya ide untuk memahat batu yang keras itu menjadi sesuatu yang sangat indah dan bisa dikagumi siapa saja. Saya jatuh cinta sekali *merah jingga*.

gulungan lukisan

Di satu ruangan ada seorang bapak yang sedang melukis. Melukis pakai kuas? tidak. Dia menggunakan tangan, telapak tangan, jemari..Apa yang dia gambar? pemandangan, gunung, bangunan, bahkan wajah orang dengan detail dan hanya dengan tangan! Saya sempet foto, dan dia GR pake senyum segala *haduh pak, udah lama jadi artis kok grogi juga*. Gambar-gambar yang dipajang mencirikan suasana China, budayanya, orang-orangnya, alamnya dan sejarahnya. Dalam sehelai kertas putih panjang, tinta dasar berwarna hitam disapukan di atasnya dan menarilah jari si bapak yang grogi tadi :) bagus pak! saya suka :)

si bapak yang tersenyum :)

Ada lagi satu pojokan yang isinya souvenir. Mulai dari batu giok, pajangan meja, keramik, gantungan kunci dan lainnya ada semua di sini. Saya tertarik dengan patung Budha yang berjejer tiga menutup mata, telinga dan mulutnya. Artinya tidak mendengar, tidak melihat dan tidak bicara. Mungkin peringatan buat manusia untuk tidak mendengar, melihat dan berbicara yang tidak perlu :) tapi saya tidak beli 1. saya tidak yakin akan memajangnya dan 2. mahal ajeee :D Ada satu pajangan yang mengagumkan. Lukisan dalam botol. Botol kecil ukuran minyak angin yang dilukis di bagian dalamnya, sangat rapi! harganya sebanding dengan susahnya membuat satu buah lukisan, menurut saya. Detailnya rapi, sangat rapi. Di tempat ini saya dapat gantungan dengan tulisan Mandarin 長壽 yang berarti "long life" :)

Kalau mau lihat-lihat dengan detail, waktu satu jam cukup rasanya, tapi karena jam saya jalannya cepat, jadi saya habiskan waktu setengah jam walau kurang puas :) tapi tetep saya mengagumi mahakarya ini :)

Selamat piknik ya :)
Alamatnya di sini


*foto koleksi pribadi*

You Might Also Like

0 komentar