Batu Cave, Malaysia

By 7:56:00 AM



Sebelumnya saya sudah mengunjungi tempat ini beberapa kali, termasuk pada liburan Sin Cia awal tahun ini tapi saya tidak sempat naik sampai ke kuil di dalam gua yang mengharuskan kita naik entah berapa anak tangga untuk sampai sana. Beberapa waktu lalu saya mengikuti satu workshop fotografi yang diakhiri dengan belajar membidik di ruangan yang minim cahaya, dan pilihan tempat jatuh pada Batu Cave.

Pada postingan sebelumnya saya sudah sedikit cerita soal Batu Cave ini, boleh coba iseng klik di sini. Atau biar gampang dan gak harus ketuk pintu rumah mbah gugel, coba klik ini dan ini. Berhubung beberapa kali kunjungan saya tidak sempat naiki 272 anak tangga itu, jadi saya tidak bisa cerita how awesome that was. Awal menaiki anak-anak tangga itu saya percaya diri bahwa bisa sampai puncak tanpa berhenti, tapi mungkin karena terlalu yakin diri ya jadi ngos-ngosan di tengah hihihi. Rasanya gilingan! tangganya tidak terlalu tinggi jadi kita bisa melangkah agak cepat tapiiii setelah setengah perjalanan mariii rasakan kontraksi pada kedua paha anda :D nafas pun mulai senin-kemis :D buat temen-temen yang suka naik gunung mungkin 272 anak tangga hanya a piece of cake with strawberry sauce ya, tapi buat saya itu work out untuk dua hari:))


Master fotografi yang ngajar di workshop ini lebih dahsyat lagi. Bayangkan satu luggage ukuran cabin, bukan yang paling kecil ya, yang sedeng. Luggage itu berisi setidaknya 3 kamera, yang saya tau, dan beberapa lensa, battery dan lain-lain perlengkapan untuk foto yang dia gendong selama naik tangga! Saya dan yang lain sempet nanya "are you sure that you'll bring it?" dia jawab sambil senyum "yes, sure" ahiu! saya ngeliatnya aja mau pengsan. Tas yang saya bawa ini adalah sling bag camera dengan isi kameri semi-pro yang tidak seberapa berat dan lensa yang ringse pula. Jadi ketika saya naik ke atas, badan saya jauh lebih berat lah ya ;)) sementara sang sifu bedeeh! just cannot imagine...

Sampai di atas, di kiri kanan disambut oleh dua kios makanan dan oleh-oleh yang tentau saja dengan harga yang tidak normal. Gua ini tidak terlalu seksi menurut saya, tapi boleh lah. Di dalam ada dua kuil kecil. Ketika masuk ada kuil di sebelah kiri, dan satu lagi terletak di bagian atas (lagi). Deket tangga untuk ke kuil lainnya di atas ada seorang ibu berbaju kuning yang mungkin setiap hari akan duduk di situ dan memberi berkah atau mendoakan setiap orang yang datang, mungkin termasuk saya *makasih ibu baju kuning*. Yang menarik dari ibu ini adalah rambutnya. It looks like a tail. Kalau dilihat rambutnya seperti rambut rasta yang udah dikumel-kumel *ini bahasa saya, I don't know how to translate into a proper word :D* Waktu saya sampai di atas ini sekitar pukul 2an, dan ternyata sekitar sejaman dari itu ada ceremony berdoa, jadi bisa sekalian liat bagaimana mereka berdoa dengan musik-musik khas-nya, bau dupa dan menyan. Setelah hampir dua jam bidak bidik di area itu, dan dari entah berapa juta foto yang saya ambil gak sampai sepuluh biji yang bisa bikin sang sifu bilang "pretty good" *lap kringet*.



Akhirnya naiklah kami ke anak-anak tangga berikutnya. Di situ ada satu kuil lagi dan monyet dan merpati :) disini kami belajar untuk menghasilkan bokeh photos. Not bad, walau diakui kameri saya paling amateur berbanding yang lain hehe tapi foto kan gak perlu kameri bagus yang penting punya teknik dan tau mengatur komposisi *which I don't have either bahahaha*. Di area ini, menurut saya, kurang terawat kebersihannya. Mungkin ini karena banyak mbah mongki yang berkeliaran dan mengorek-korek tempat sampah ya, jadi agak kurang representatif untuk tempat ibadah. Menurut saya lho ya :) Kalau boleh jujur sih, saya lebih tertarik melihat tempat ibadah ini dari luar saja, karena bagian dalam gua tidak terlalu memenuhi ekspektasi saya *maaf ya kuil*.

Perjalanan ini memberi pesan moral banyak-banyaklah olah raga supaya kuat naik tangga :D

selamat berkunjung untuk para pikniker :)

*foto koleksi pribadi

mau belajar foto? coba buka web-nya mas ini. dia suka ngadain workshop dengan jumlah peserta terbatas, jadi bisa lebih dekat lebih nyata belajarnya.

You Might Also Like

2 komentar

  1. eh mba beb. ini ya workshop putrajaya kmaren?
    waah seru ternyata. klo perlu model bilang aja ya! gw siap menyiapkan waktu kosong koq!hahaha.

    ReplyDelete
  2. bukan, coba kamu buka www.munkeat.com
    aku belajar sama dia ko...ganteng *lho*
    siipp...kapan mau jadi model? tapi jangan ngamuk kalo bagian muka akan blur ya bahahaha

    ReplyDelete