Pulau Pinang a.k.a Penang

By 8:54:00 AM


Pulau Pinang atau yang sekarang lebih sering disebut Penang ini merupakan satu negeri di pantai barat laut semenanjung Malaysia. Membutuhkan waktu sekitar 3-3,5 jam dari Kuala Lumpur menuju negeri ini dengan jalur darat dan sekitar 25 menit dengan menggunakan jalur udara. Kota ini tidak terlalu besar, namun pusat bandarnya yang bernama Georgetown merupakan kota tertua di Malaysia. Saya akan bercerita tentang Georgetown yang disebut-sebut juga sebagai China Town-nya Malaysia. Karena ternyata memang disini kebanyakan penduduknya beretnik Cina kemudian India dan baru Melayu. Kenapa namanya Georgetown? Jaman penjajahan Inggris dulu, kota ini pernah dikepalai oleh seorang Raja muda Britain bernama Raja George III, oleh karena itu sebagai bentuk penghormatan maka kota ini dinamakan mengikuti nama beliau. Apa yang menarik di Georgetown? Banyak...Bagi anda yang suka dengan budaya-budaya Cina dan India akan cukup terpuaskan dengan menemukan banyak candi-candi peribadatan yang sangat terkenal dengan ukiran-ukiran penuh cerita di setiap dindingnya. Pusat kota ini juga dilengkapi dengan berbagai musium seperti State museum, Penang museum, Islam museum dan beberapa lainnya. Selain itu beberapa kunjungan wisata yang ada merupakan peninggalan jaman penjajahan Inggris dan peninggalan keluarga cina Baba Nyonya pada abad -19 yang beberapa diantaranya merupakan kunjungan wisata yang dilindungi oleh UNESCO. Makanan yang terkenal disana? ada cendol, laksa penang dan nasi briyani yang konon memang rasanya berbeda dari makanan-makanan sejenisnya yang ditemui di kota-kota lain seperti KL misalnya. Jangan lupa kunjungi Gurney dan kamu akan menemukan surga makanan *nyam nyam*

Apa saja yang saya kunjungi?


1. Cheong Fatt Tze Mansion

Karena kunjungan ke Mansion ini terlalu pagi, jadi hanya bisa berfoto di depannya saja padahal ada tour di dalam Mansion yang mulai sejak pukul 11. Karena waktu yang cuma sedikit akhirnya saya dan kriminal akademik saya cukup puas dengan berfoto manis di depan Mansion.


Kunjungan kedua saya ke Penang akhirnya bisa mengunjungi bagian dalam bangunan ini. Cheong Fatt Tze merupakan seorang yang berasal dari Cina daratan yang datang ke Pulau Pinang pada awal abad 19. Dalam kondisi miskin dia bekerja apa saja dan pada akhirnya menjadi saudagar tambang dan kaya raya. Foto-fotonya bersama istri tercinta sangat menunjukkan bahwa dia kaya karena sepuluh jari istrinya dihiasi cincin besar-besar belum lagi kalung bergantung beberapa lapisan weeeh.


Rumah ini full of Feng Shui dan dinyatakan sebagai ber-Feng Shui sempurna. Aliran air dan udara sangat dipertimbangkan sebagai bentuk simbolik dari keluar dan masuknya rejeki. Di bagian luar tingkat dua ada kerajinan yang dibuat dari pecahan mangkuk berwarna warni melambangkan kehidupan nirwana, penyebaran agama Budha dan bahkan Kristen. Artefak peninggalannya pun WAW! sayang tempat ini tidak boleh difoto *memble*. Beberapa waktu lalu, Mansion ini memenangi penghargaan dari UNESCO dan sekarang menjadi salah satu kunjungan wisata yang dilindungi.

2. Dharmikarama Burmese Temple

Untuk ke tempat ini kami perlu uang RM 2 naik bis karena agak di pinggiran Georgetown letaknya. Isinya penuh dengan orang-orang yang sembahyang waktu itu. Patung-patung banyak dimana-mana. Burmese temple ini menurut saya bentuk bangunannya agak lebih bulat-bulat berbanding temple lainnya. Yang terkenal sebagai landmark tempat ini adalah dua gajah besar yang berperan sebagai penjaga di pintu masuk temple.

3. Fort Cornwallis

Benteng pertahanan jaman penjajahan Inggirs ini dibangun pada tahun 1786. Ketika saya berkunjung tempat ini sedang tutup jadi hanya sempat berfoto di depannya karena tutup *hik*. Padahal pasti seru di dalamnya akan banyak senjata, meriam dan lainnya yang keliatan dari luar *ketauan ngintip hihi*.

4. City Hall

Bangunan pusat kota ini bentuknya sangat Inggris *maksud?* struktur arsitekturnya sangatt Inggris *maksud?* ah, pokoknya bagus! berasa di luar negeri :D Bangunan ini bisa dikunjungi masuk, tapi waktu itu saya tidak masuk karena masih banyak senarai tempat kunjungan yang harus didatangi, mungkin lain kali :)

5. Goddess of Mercy Temple

Ini merupakan salah satu temple tertua di Penang yang dibangun pada tahun 1800 oleh imigran dari Cina yang datang ke Penang pada zaman itu. Nama lain temple ini adalah Kuan Yin Teng. Kalau dilihat dari luar akan banyak dupa besar-besar dan merpati abu-abu berkeliaran. Sehabis sembahyang, para penganut Budha ini membeli anak burung dalam sangkar dan dilepaskan sebagai bentuk aplikasi dari kehidupan bebas dan perbuatan baik. Saya tidak masuk ke dalam temple sebab asep dupa-nya ampuun dah, sesek nafas dibuatnya. Jadi cukup mengamati dari luar dan ngobrol sama beberapa pengunjung yang selesai beribadah saja.

6. Kapitan Keling Mosque

Bangunan mesjid yang dibangun pada awal abad 19 ini dibangun oleh orang India yang bermigrasi ke Penang. Nama Kapitan Keling ini diberi oleh seorang pedagang India yang bernama Kapitan Keling Caudeer Mohudeen. Saya dan temen saya sempet shalat di tempat ini. Ada penjaga yang memastikan mesjid ini tetap bersih.

7. Khoo Kongsi
Clan Temple ini terdiri dari satu temple besar dan satu rumah panggung di depan temple itu. Di dalam temple seperti biasa banyak ukiran-ukiran yang bikin kita berdecak. Ini merupakan Clan House yang dibangun oleh keluarga Khoo yang berasal dari Cina Selatan. Waktu datang kesana banyak banget turis yang berfoto jadi agak susah mendapatkan foto satu bangunan ini. Di banyak tempat terdapat koin yang ditanam atau bahkan di bawah patung pun diletakkan koin yang artinya agar kekayaan senantiasa ada dalam rumah ini. Ya, mitos itu selalu ada di kalangan etnik Cina yang menurut saya bagus. Hari gini gak punya uang gak bisa makan, gak bisa sekolah, gak bisa nafas *eh. Jadi gak salah kalau mereka selalu berhitung dan mencari uang sebanyak yang mereka bisa, kan?

8. Little India





Ini satu kawasan tempat tinggal dan perdagangan yang isinya adalah orang-orang beretnik India. Banyak juga diantaranya yang muslim. Kalau masuk ke daerah ini rasanya sudah seperti pasar malam, BERISIK dengan lagu-lagu dari setiap toko yang tidak mau kalah keras. haish..

9. Sri Mariamman Temple
Temple umat Hindu ini terletak di daerah Little India, waktu itu kebetulaaaan ada perayaan hmm saya lupa apa tapi banyak yang berdoa. Saya tidak bisa masuk, sempet foto di luar saja jadi tidak tahu pasti dalamnya ada apa. Kalau dilihat, jenis ukirannya berbeda jauh dari temple-temple Budha yang sudah dikunjungi, ya iyalah karena simbol-simbol keagamaannya pun berbeda. Tapi temple ini sungguh sederhana, menurut saya. Kenapa kah?

10. St. Anne's Church

Bangunan gereja ini dulunya bertempat di Bukit Mertajam yang dibangun pada tahun 1888, namun sekarang pun ada di pusat kota Georgetown yang merupakan kombinasi arsitektur Malay dan Gothic.

11. St. George's Church
Gereja yang ini bentuknya sangat klasik. Pertama kali saya kesana sempat ngintip ke bagian dalam bangunan hihihi banyak yang lagi beribadah waktu itu, kebetulan hari sabtu. Ini salah satu landmark tertua di Georgetown yang dibangun pada tahun 1818. Gereja ini didedikasikan untuk Sir Francis Light yang pada masa itu memerintah kota ini. Kedatangan kedua saya ke Penang, terlihat bangunan gereja ini sedang dalam rekonstruksi, mungkin perbaikan rutin ya.

12. Victoria Memorial Clock Tower

Jam ini tidak terlalu besar, pun tidak sebesar jam gadang di bukit tinggi. Jam yang dibuat pada tahun 1867 oleh seorang milyuner bernama Cheah Chen Eok untuk memperingati Diamond Jubilee o Queen Victoria. Letak jam ini ada di perempatan kota dekat dengan Fort Cornwallis, jadi kalau mau foto dekat dengan jam yaa mesti nyebrang dan siap disenggol mobil lain yang lewat hihi

13. Wat Chaiya Mangkalaram

Temple umat Budha ini merupakan kombinasi arsitektur Thai, Myanmarese dan Chinese. Temple ini sungguh penuh warna warni. Di depannya ada beberapa patung naga yang berwarna warni belum lagi pagodanya centil warnanya bikin seneng yang moto :D

14. Penang Museum
Bagian museum ini bagian paling menyenangkan. Selain bisa menemukan banyak barang antik, cerita unik juga tempatnya dingin! secara saya dan temen saya keliling Georgetown jalan kaki meh! Di Penang Museum ini banyak bisa nemuin lukisan, tembikar, porcelain yang dimiliki negeri Penang sejak jaman dahulu kalaa...dahulu kalaaa banget. Disini kita bisa tau sejarah masuknya pedangang asing ke Penang pada tahun 1800an, ada juga cerita detail mengenai Tuanku Abdul Rahman yang merupakan Perdana Menteri Malaysia beberapa dekade lalu.

15. Islamic Museum
Musium ini banyak bercerita mengenai perkembangan Islam yang masuk ke Pulau Pinang. Tidak terlalu besar namun kita bisa menemukan banyak artefak, kitab-kitab lama, kitab kuning, foto-foto, lukisan dan lainnya.

16. P.Ramlee's House

Ini letaknya agak di luar pusat kota, naik Bis dari Komtar sekitar setengah jam. Tapi bagi penggemar P. Ramlee pasti suka tempat ini. Ada rumah P.Ramlee jaman dulu juga ada museum yang isinya baju-baju penginggalan beliau, kaset, sepatu, foto, dan lainnya.

17. Peranakan Mansion


Rumah peranakan, Baba Nyonya, ini pun tidak kalah menarik dan indahnya. Kalau anda ke sini akan menemukan bahwa mereka itu sangatttt kreatif dalam bentuk ukiran dan barangan. Dalam mansion ini setidaknya ada 3 tempat makan yang berbeda untuk keluarga, urusan bisnis dengan orang lokal dan ruang makan untuk bisnis dengan bangsa asing, Inggris pada jaman itu.


Bangunan dua lantai ini dipenuhi dengan banyak barang peninggalan yang tidak semuanya asli memang tapi cukup menunjukkan segimana kayanya si empunya mansion. Ada beberapa hasil bordiran tangan yang besarrr banget yang dibuat oleh anak-anak usia belasan pada abad 19 untuk dijual. Besar! dan tau kah akhir dari bordiran besar itu? anak-anak itu mengalami kebutaan permanen karena mengerjakan bordiran sepanjang hari bahkan malam dengan cahaya lampu yang minim! kejam? mungkin ya, tapi urusan perut apa mau dikata. hanya dengan begitu mereka bisa membantu orang tua untuk mendapatkan uang.

Bangunan ini tidak sepenuhnya berisi artefak cina, tapi juga sudah dipenuhi oleh lampu, lukisan, ukiran dari negara-negara lain. Konon karena si empunya sangat kaya jadi bisa beli apa saja. Di bagian belakang bangunan ada satu tempat terbuka yang menjadi tempat meletakkan nisan keluarga. Bentuknya seperti hall, tapi tidak beratap dan entah kenapa sangat kedap udara! pengap!! di bangunan itu banyak sekali kelelawar yang konon itu adalah simbol kekayaan *eh. keliling di Mansion ini cape!! sangat cape! bangunannya tampak kecil tapi ternyata begitu masuk weeew...gak rugi karena kita akan tau banyak hal dari isi bangunan ini.

18. Batu Ferringhi

Satu lagi tempat yang saya kunjungi di Penang ini adalah Batu Ferringhi. Daerah pantai yang jadi andalan negeri ini. Kunjungan pertama ke pantai ini saya dan si kriminal akademik ini menghabiskan hari dan menunggu sunset.

Sementara di kunjungan kedua saya kebetulan menginap di hotel HardRock Penang tapi sayangnya gak dapet sunrise atau sunset karena mendung dan berawan tebal. Hotel HardRock ini baru di Penang, ramai!


Kebetulan kamar saya dan teman-teman menghadap ke swimming pool dan pantai sekaligus. Sayangnya lagi, bagian pantai yang ada di belakang hotel tidak terlalu bersih dan pemandangannya pun tidak terlalu menjual sebenernya. Tapi terbayar dengan kondisi hotel yang ciamik. Ditambah ada live music pada malam harinya, seru lah. Ornamen hotel pun berbau musik dan legendaris, namanya juga HardRock, bukan gitu? :D Terima kasih Mba Hani untuk jalan-jalannya *peluk peluk* :)

Sebetulnya berjalan-jalan menyusuri setiap lebuh, jalan/gang, di kota ini sudah cukup menyenangkan. Bangunan yang ada sangat klasik. Bangunan Bank, Toko, Rumah, Gedung pemerintahan bahkan bangunan kumuh pun tampak eksotik *haish*.

Jadi, selamat Piknik ya!

Related links:
ini, itu, anu, ono, disana dan juga disini

*foto koleksi saya dan Ade*

You Might Also Like

0 komentar