Cerita Phuket: Hari 1

By 3:05:00 PM


Kamar 103

Setelah mengidam Muket (Baca: memPhuket) sejak 2 tahun lalu, akhirnya dengan menguras receh dan emas di celengan ayam berangkatlah saya dan seorang temen (Alipo) dari Kuala Lumpur dan satu temen lainnya (Ade) menyusul dari Jakarta. Meeting Point: Orchid Hotel, Kalim, Phuket. Pesawat take off dengan seksi jam 20:40 dan sampai Bandara Internasional Phuket tepat waktu. Celingak celinguk cari kendaraan yang bisa dipake buat ngibrit ke hotel. Berbekal info dari beberapa blog akhirnya kami memutuskan naik taksi bandara dengan harga 650B setelah beberapa kali tawar menawar dengan sopir lainnya dan pilihan jatuh pada counter taksi legal dalam bandara. Tidak kepikiran untuk naik minibus karena sudah malam dan siyalnya si mba yang jaga counter taksi bilang TIDAK ADA BIS KE PATONG ngek *gebukin mba2nya*. Karena si Ade ternyata naik MiniBus (yaya bukan BUS, tapi MINIBUS -- baca: minibat) dengan harga 150B saja *timpukin mba2 taksi*. Perjalanan Bandara – Hotel sekitar 45 menit, jalanan basah kena gerimis, melankolis diiringi degup jantung penuh cinta karena piknik *merah jingga*.

Hotel kami terletak di depan pantai Kalim, tidak benar-benar di depannya sih karena terhalang oleh jalan raya, tapi bolehlah. Hotel bintang 3 bernama ORCHID yang kami dapet dari paket AirAsiaGo ini tidak terlalu besar, saya rasa seperti hotel Bintang 2 yang saya pernah inepin waktu di Penang dulu deh. Anyway, si empunya hotel namanya Tony Scharman. Dulu beliau itu penyanyi dan sering keliling dunia termasuk Indonesia. Entahlah dia berkebangsaan apa, tapi rasanya sudah lama tinggal di Thailand, lidahnya pun Thailand banget :D Ramah pula dan cukup informatif dengan TETEP menawarkan paket Phuket Fantasea, sewa motor dan taksi bandara hehe tetep ya om, usaha :P kamer kami di 101, karena agen Egi tidak jadi ikut, maka Alipo jadi raja sendiri di kamer itu. Sementara saya menyelinap di bawah selimut tipis di kamer 103 berpelukan dengan Ade *eh*.

Kamer kami menghadap kolam renang yang dari gambar web luasnya seluas samudera tapi skala aslinya hanya satu per sekiannya…tak mengapa, yang penting ada kolam renang :D Malem pertama di Phuket dengan ditemani rintik hujan kami bertiga rapat meja panjang menentukan agenda hari selanjutnya sambil mulut tidak berhenti ngunyah kudapan dan mencela apapun yang bisa dicacat. Brosur bertebaran dari mulai yang lengkap sampai yang selebaran kecil entah apa isinya. Tv pun berbicara sesukanya dengan bahasa yang hanya dia dan tuhan yang paham. Sebelumnya kami sempat jalan ke sebuah mini market untuk membeli minuman dan berfoto di jalan sepi di pinggir pantai Kalim. Dan jam 1 malam kami memutuskan untuk tidur sebelum besok memulai piknik…

Ketemu lagi di hari kedua ya :)

*foto koleksi pribadi*


cerita lainnya bisa dilihat di laman parter akademik saya

You Might Also Like

0 komentar