Cerita Phuket: Hari 3

By 8:36:00 PM

Pengapit Maya Island

Anak pantai *beuh!*

mejeng di Maya

tampang semaput

Hari ketiga dimulai dengan kaki agak pegel dan punggung agak renta karena kasur per ini isinya bener-bener per *urut tulang punggung* Karena jadwal di atas kwitansi bilang kalo kita akan dijemput jam 7.45-8.00 jadilah kita cepet-cepet mandi dan pupuran dan sisiran dan duduk manis di restoran untuk sarapan pagi. Saya belum cerita ya kalau hanya ada dua paket sarapan setiap paginya:

paket 1:
boiled rice chicken/beef/pork
tea/coffee
orange juice
fruits

paket 2:
toast with butter and strawberry jam
tea/coffee
orange juice
fruits

setiap pagi saya memesan paket dua, alif paket satu dan ade berganti-ganti sesuai kebutuhan energi *hallah*.

jam 7.30 teng kita sudah duduk manis, I bet you sangat manis dengan mata segaris *ngikik*. mencoba menikmati sarapan yang sama seperti hari sebelumnya dan merintih saling menikmati pegel-pegel di badan dan membahas perjalanan kemarin sambil ngikik dengan kejadian-kejadian ajaib yang terjadi. terutama tentang "NEVER MIND" thing. well well. 30 minutes turned into 3 hours trip along patong beach. what a great picnic :D



dan...bukan Asia namanya kalau tidak ngaret boss. kita pun dijemput jam 8.30. Dari hotel kami menempuh perjalanan sekitar satu jam dengan menggunakan minibat *minibus* menuju jetti. Di jalan rasa kantuk dan sumringah bercampur menjadi satu. Sesampai di jetti, kami dikasih benang orang untuk diikat di lengan memberi tanda bahwa kami masuk dalam rombongan orange yang dipandu oleh Shakira. yes, a guy named Shakira *geleng2*. Dengan gaya melambai Shakira yang tidak bersuara merdu ini menjelaskan karang dan binatang apa saja yang mungkin akan melukai kulit kita ketika snorkeling. Dia juga menawarkan antimo juga fin dengan harga 100B *duit lagi boss*. setengah jam briefing, kami akhirnya menuju boat, speed boat. Sebelum menuju boat, kami diminta pasang senyum dan berpose sebentar. ya ya ya another money will be taken in a name of photo *lirik dompet*.

Boat itu penuh, ada orang lokal, ada Middle East, ada Jerman, Philippine, dan gak tau lagi orang mana. Beruntungnya saya dan Ade duduk berhadapan dengan satu cowo berbaju merah, bertopi merah, berbadan tegap tinggi tidak perlu six packs, gigi putih rapi lengkap dengan senym maut. BEUH! what a gift!! dengan mengabaikan cincin di jari manisnya dan seorang wanita cantik yang bergelayut di tangannya, kami menjadikan si topi merah sebagai antimo selama perjalanan :D


Piknik laut bulan Oktober memang kurang menguntungkan karena angin selalu marah-marah menggoncang air laut menghasilkan ombak. Hasilnya? hampir separuh isi kapal mabok. wek! ketika plastik yang ditawarkan Shakira mulai laku, saya dan Ade mulai saling melirik tanda cemas siapa yang akan duluan mengeluarkan isi perut. Si Alipo pulak semaput dan memilih duduk di lantai. ngek! ok, kanan KO, depan kanan KO, kiri KO...bedeeehh...pandangan mulai terbatas, aroma kapal mulai mencekam *iyuuuuww*. Tapi untung antimo yang saya dan Ade miliki tetep bisa bikin kita bertahan *cengar cengir*

Satu jam lebih akhirnya sampai di Maya Bay tempat pertama. Berfoto sebentar, tidak sempet main-main soalnya hanya berhenti sekitar 15 menitan. Setelah menyempatkan diri ke toilet yang antriannya seperti ngantri sembako, kemudian kami naik lagi ke boat dan meneruskan perjalanan ke Loh samah Bay, Pileh Lagoon, Viking Cave, Monkey Beach, Phi Phi don, dan diakhiri di Khai Island. Ada dua nama pulau lagi yang saya lupa namanya. Dari semua yang dikunjungi, kami hanya berhenti di 4 tempat yaitu Maya, Phi Phi Don untuk makan siang, Khai Beach perhentian terakhir dan satu lagi tempat kami snorkeling yang saya lupa namanya :D


Viking Cave



ini lupa dimana :D

Nyuwun sewu kalau sebenernya untuk trip hari ini kurang berkesan ;)) berbanding perjalanan ke Tioman dulu, saya lebih terkesan dengan pulau kecil itu. Trip Phi Phi ini hanya menghabiskan energi karena tempat yang dikunjunginya jauh dan perjalanannya melelahkan. Snorkeling pun tidak nyaman karena waktu terbatas, pemandangan dasar lautnya kurang keren dan alat snorkel saya menyebalkan *acak2 rambut* Tapi ya ya ya ini Thailand dan ini Phuket. Baiklah...


Khai Island

Seperti sebelumnya saya cerita, trip Phi Phi ini berharga 1000B per gundulnya, berangkat dari jetti jam 10 dan pulang lagi sekitar jam 6 sore. Sehari penuh! Seharian makan angin, ombak dan buah yang disediakan oleh Shakira. Makan siang di Phi Phi umm gak enak *ngakak* *maap lho*.


Phi Phi Don

Pulang aja sampe hotel kami langsung mandi dan mengalami AIR MATI *tendang2 kran*. Habis mandi jalanlah menyusuri Kalim, berfoto sunset yang terselubung awan lagi! tiga hari di Phuket tanpa sunset dan sunrise, hina sekali *jitak2 paman matahari*. Cari makanan di kios pinggir Kalim, makanlah Noodle Soup yang isinya hmmm mie, kuahnya seperti kuah rawon berkaldu, dengan daging dan bakso. Dikasih sedikit cabe bubuk, rasanya boleh tahan untuk jalan semaleman heheh. Setelah kenyang, kami jalan menyusuri pinggir pantai Patong yang kemaren belum dilewatin.



Noodle Soup seharga 50B

Menelusuri keramaian Patong dan masuk lagi ke Bangla Road yang semakin gila berbanding malam sebelumnya. Banyak Bencong bertebaran dan kita akhirnya berfoto yang menyebabkan masing-masing dari kita mengeluarkan uang 100B per gundul *kam to the fret*. Dari Bangla Road saya dan Alipo memutuskan ke Burger King karena si mie bakso tadi tampak sudah hilang efeknya *elus perut*. Pulang kali ini tidak lagi mengandalkan kaki yang sudah gempor dipake jalan dari hotel ke Patong selama sejaman. Tuk tuk seharga 200B pun kita naiki. Akhirnya Alip dan Ade merasakan nikmatnya naik tuk tuk *ber le bi han*.

Dan malam itu diakhiri dengan Alip ngesot sakit kaki, Ade memaksa diri peking dan saya tidur dengan sukses nungging!

Hari terakhir di Phuket? postingan berikutnya yaa ;)

*foto masih koleksi saya*

You Might Also Like

1 komentar

  1. Curang! reader-nya di off mode-kan, jadi baru sempet liat. *jitak2*

    ko keren ya Phuket?!!
    Bagi sedekah, mba.. tiket aeresia bolak-balik mba... kasian, mbaa.. *memelas* :D

    ReplyDelete