Cerita Phuket: Hari 4 [tamat]

By 7:53:00 AM


Mengantar Ade pulang

Hari terakhir dimulai dengan sangat pagi. Di luar kamar hujan lumayan deras... jam 4.30 pagi buta alarm sudah berbunyi... bergegaslah Ade ke kamar mandi dan saya masih bergulat dengan selimut dan per di kasur (bukan kasur per ya hihi). Jam 5 teng taksi yang kami pesan dua hari lalu tepat ada di depan pintu hotel, bergegaslah keluar, Ade check out dan kami masuk ke taksi. Di taksi hampir tidak ada perbincangan sama sekali karena sisa capek dan kantuk masih kental. Sampailah di bandara sekitar 45 menit kemudian dengan langit masih gelap, saya membawa Burger King yang tidak habis dimakan semalam, tempat parkir kosong dengan genangan air dan udara yang dingin bung!

Ade check in, kita ngopi dan chit chat dan sayonara Ade tepat jam 7 pagi. Saya dan alip mencari minibat untuk pulang, tapi ternyata baru akan ada 1.5 jam lagi, bah! buang waktu kalau harus menunggu. Akhirnya dapetlah taksi gelap *ya ya Isuzu double cab warna hitam* dengan harga 500B. Perjalanan pulang ini agak lucu karena sang sopir nyasar dan malah kami yang nunjukin jalan bah! Kayanya saya dan Alip sudah bisa jadi supir taksi di Phuket nih *grin*. Sesampainya di hotel kami langsung sarapan dengan menu biasa dan istirahat sebentar karena langit pun masih meneteskan air, sebut saja gerimis. Ya ya ya 4 hari tanpa sunrise dan sunset *jitak2 paman matahari*.


Teman sarapan pagi

Jam 12 akhirnya kami menggeliat keluar. Di tiket dinyatakan bahwa kami bisa check out jam 5 sore, tapi ketika dikonfirmasi kami tetap harus check out jam 12 bedeeehhh *timpukin mbah eresia* ngibul dia! kami check out sekalian titip barang dan sewa motor. Harusnya untuk bisa sewa motor kami harus deposit 2000B. Bah! hari terakhir mana ada uang...akhirnya dengan rayuan maut bisa juga pinjem tanpa deposit. Kami tanda tangan surat perjanjian bahwa kalau kecelakaan atau ada kerusakan kami harus ganti sebanyak 40.000B sama dengan 4000RM sama dengan Rp. 12 juta *lap kringet*. Mana si Alip udah seabad gak pernah naik motor, beuh tambahlah keringetan.

Patong beach

Disodorin dua helmet item dan ping! saya pake helmet ping *joget joget*. Alip pemanasan keliling sebentar dan CAOOOO! jalan pertama ke arah kota menyusuri jalan yang belun pernah dilewatin ke Kata- Karon beach naik turun bukit foto foto sambil deg-degan karena kadang Alip gak bisa seimbang. Ngelirik atau nunjuk apa aja dikit beuh itu motor udah mleot ke pinggir...saya selalu teriak 40,000 lip! ahahah...sepanjang jalan ketawa-ketawa aja kaya orang gila. Kadang si Alip ngegas seenak jidatnya sampe motor loncat dan kaki saya baru naik setengah ke motor *jitak2 alip*. Perjalanan mau sampe ke Kata-Karon itu jauh juga ternyata, sampe semutan kaki...tapi pemandangan dari perbukitannya bagus banget. Saya gak berani ambil foto soalnya jalan raya bung! serem kesambit bus :D oia, ternyata hari itu saya dan alip sama-sama pake baju kuning! seperti rombongan panti asuhan haiyaa...

Karon Beach

Lupa nama Wat-nya apa hehe

Dari Kata-Karon kami jalan ke daerah Patong dan makan siang disana...makanan spesial MEKDI! paman Ronald itu jadi pilihan soalnya kita udah mati gaya gak tau mau makan apa, jam 3 pula perut udah keroncongan ;)) setelah makan kami cari minibat untuk ke bandara nanti sore, dapet seharga 170B dijemput di hotel. Harga minibat dari Bandara-hotel itu 150B, tapi kalau dari hotel nambah 20B untuk ongkos jemput. fair enough la...Keliling-keliling lagi di pusat kota dan Alip diberhentikan oleh polisi! wew! kalo kata alip sih "mungkin karena gw tampak bocah ya mba" kalau kata saya "itu mah emang razia turis lip" tetep gak mau ngaku alip masih boca *ngakak*. Setelah diberhentikan polisi dan alip menunjukkan SIM-nya, kami belok kanan memasuki area Bangla Road yang penuh dosa pada malam hari. Siangnya? wow...tempat baik-baik sodara-sodara...ini fotonya:

Alip dan helm dan Bangla Road

Mejeng di Hard Rock Phuket

Dari Patong kami jalan menelusuri sisi kanan hotel, daerah yang gak pernah kepikiran untuk dijamah...ketemulah Kamala Beach, tempat pertunjukan Phuket Fantasea, daerah evakuasi tsunami, dan banyak hotel-hotel besar dan kecil. Daerah Kamala ini tidak terlalu ramai, karena memang yang paling ramai itu daerah Patong dan Kata-Karon Beach. Tapi Kata-Karon lebih seperti legian, agak elit, kalau Patong umm kaya Kuta lah gitu. Kami turun dari daerah Kamala dan menuju daerah pertokoan di kota deket Patong. Sejak pertama datang saya ingin ambil foto satu hotel dengan nama "Sleep With Me"...meluncurlah kesana daan bingung mau puter balik...akhirnya jalan saja dulu ke depaaan terus terus dan sampai di Phuket Town bahaha perjalanan hari itu sangat menyenangkan. Sunblock udah entah kemana, kulit berwarna EKSOTIS dan belang dimana-mana. Alipo pasti akan mengingat perjalanan keliling Phuket ini sebagai les mengendarai motor tahap II :D

Sleep with me

Foto Rajanya

Phuket Fantasea

Setelah semua urusan beres, kami balik lagi ke dalem kota Patongnya...dan hari itu sudah keliling Walking street sebanyak EMPAT KALI *lap kringet* setiap kali lewat kami pasti ketawa, berasa tawaf. Daaan kembalilah ke hotel, ganti baju, bersih-bersih, duduk di depan hotel sambil tetep berharap paman matahari ngeliatin sunset dan jam 6.15 kami dijemput. Ternyata jalan ke Bandara bisa melalui daerah Kamala Beach, minibat terus jalan sampai akhirnya ketemu kota. Saya dan Alip cengar cengir aja, mengandai andai kalau tadi tidak puter balik di Kamala, mungkin kami sudah sampai bandara lebih dulu ya.

Sampai bandara check in, makan sandwich karena sudah laper lagi, masuk ruang tunggu dan pesawat delay! perfecto! Makasih neng via dan nanda yang sudah menjemput pagi buta *peluk peluk*. Sampai di Malaysia jam 1 pagi dengan selamat :D kalau liat passport, cop Thailand menunjukkan tanggal 4 Oktober dan cop Malaysia tanggal 5 Oktober...it seems that it takes 1 day to fly from Phuket to KL ya hohoho.

Alip dan passport dan see you vacation!

Dan perjalanan pun berakhir...

Tidak sabar menulis lagi untuk piknik berikut berikut dan berikutnya!
Selamat piknik semuaa!!

*foto koleksi pribadi*

You Might Also Like

0 komentar