Kuching, Sarawak

By 10:05:00 PM











Akhirnya ke Kuching juga, dan benar saja 2 hari itu tidak cukup, I like need hmmm 5 to 6 days! Gosh! Kuching itu untuk kotanya sendiri hmmm dua hari menikmati cukuplah, kotanya saja ya, tempat lainnya masing-masing satu hari, I might say :)

Saya tiba di Kuching Airport hari senin jam 10-an, menurut informasi akan ada Shuttle bus dari airport ke Tune Hotel, alhamdulillah saya nunggu sekitar 2.5 jam tidak ada :) Kalau mereka perlu orang untuk menjadi duta airport, kayanya saya bisa di-hire deh secara saya berdiri manis di depan situ selama lebih dari dua jam.

Akhirnya saya memutuskan untuk naik taksi, setelah merasa membuang waktu terlalu banyak untuk sebuah kisah yang tak pasti *tsaah. RM 26 melayang untuk taksi sampai depan Tune Hotel pukul 13.30, dan anda tahu dong ya ya ya bahwa Tune Hotel itu baru bisa check in pukul 14 siang :D ya ya ya masih harus menunggu manis lagi.

Saya putuskan berjalan keliling sebentar melihat keadaan, dan di seberang jalan ternyata adalah waterfront Kuching, nice. Duduk sebentar sambil menerawang kira-kira apa yang bisa saya lakukan hari ini, satu harian besok dan lusa paginya. Pukul 14 kurang sedikiiit saya jalan balik ke hotel, check in dan TIDUR SIANG! :)) :)) panas banget bok!

Jam 4 saya mulai keluar, bawa peta :D bak dora tanpa monyetnya, jalan-jalan manis dan menunggu matahari terbenam. Sempat mengunjungi Tua Pek Kong Temple, foto-foto sebentar dan jalan-jalan menyusuri Jalan Bazar. Makan malam di waterfront dengan menu kwetiaw tomato yang BIASA AJA :D di meja belakang orang Padang, di meja depan orang Medan :)) di manakah saya? *tebak2an* Menghabiskan waktu hingga pukul sembilan di tempat duduk taman pinggir waterfront itu menyenangkan, di seberangnya bisa melihat Astana, Bangunan untuk menerima tamu kenegaraan dan satu desa di seberang waterfront. Sambil melihat kumpulan kecil pengunjung dan membantu turis lainnya untuk berfoto. Menyenangkan :)

Hari kedua saya habiskan dengan mengunjungi Semenggoh dan keliling Museum pleus kehujanan hebat! Ah, menyenangkan :D Ke Semenggoh ini merupakan quick decision ketika pagi, jam 7 saya sudah keluar kamar mencari information center yang menyediakan shuttle bus untuk ke semenggoh, tapi tidak ketemu, akhirnya saya jalan di sepanjang jalan carpenter dan menemukan satu ad. yang mencantumkan nomor telefon dan informasi shuttle untuk ke Semenggoh dengan RM 35 saja, lucky me, I got the last seat! yeaay. Sementara museum yang saya kunjungi adalah Sarawak Museum, Sarawak Islamic Museum, Chinese History Museum, Textile Museum, ada juga Kantor Pos Besar dan beberapa bangunan lainnya.

Hampir semua museum dalam kota sudah saya datangi, masih ada lagi sebetulnya museum Kuching yang letaknya agak jauh, karena faktor budget, saya urungkan niat :D kesian...

Satu tempat yang ingin saya kunjungi di Kuching adalah Cultural Village-nya...biaya masuknya RM 60 aja gitu, transport ke sana menggunakan shuttle RM 25 return, ah tidak...dan saya tidak mendapatkan informasi bahwa ada harga student sehingga bisa masuk dengan bayar RM 30 saja *jedotin kepala*, but after all, I have no enough time, though...jadi yaa elus dada saja dan berharap bisa datang lagi ke sini.

Bako, Mulu dan Niah national Park-nya juga sangat menarik sekali, sesuai info beberapa teman bule yang saya temui, ah! ini benar-benar AH! harus balik lagi!

Sore terakhir saya sempatkan menyeberang waterfront menggunakan perahu dengan bayar RM 0.50 sekali jalan. Di seberang ada kaya pujasera dan kios yang jualan kek lapis, seperti lapis legit namun ini berwarna warni. Bisa coba seenaknya *kalau gak malu* Saya ambil satu yang keju untuk oleh-oleh dengan alasan: 1. rasanya lebih berterima bagi temen-temen saya, 2. tidak ada bahan pewarna.

Oleh-oleh saya beli di satu toko yang setelah saya bandingkan harganya lebih murah. Jalan Bazar itu akan ada berrrrpuluh-puluh toko souvenir dari harga yang masuk akal sampai jadi-jadian, jadi be careful. Kalau ada waktu sih survei saja dulu, saya menemukan toko pertama yang ternyata jauh lebih murah dari toko-toko lainnya. Buktinya adalah magnet yang saya beli dengan harga RM 2.8 di toko itu dijual RM 5-7 di toko lainnya, so be careful.

INFO:

Sarawak merupakan sebahagian Kesultanan Brunei dua ratus tahun dahulu tetapi sebagai ganjaran kerana membantu menghancurkan pemberontakan, kawasan ini diserahkan kepada James Brooke, seorang pengembara Inggeris yang memerintah kawasan ini sebagai kemaharajaan peribadi. Kuching dijadikan ibu negeri serta ibu pejabat Brooke. Keluarga Brooke memerintah Sarawak sehingga akhir Perang Dunia II apabila Sir Charles Vyner Brooke, raja ketiga serta terakhir, menyerahkannya kepada Kerajaan British pada tahun 1946. Sarawak danKomanwel British bertempur dalam "Perang Tak Isytihar" dengan Indonesia agar menghalang Sarawak daripada diserap ke dalam Indonesia Raya. Pihak British memberikan kemerdekaan kepada Sarawak pada tahun 1963, dan bersama-sama dengan Borneo Utara (Sabah) dan Singapura, membantu membentuk Malaysia. (Singapura mengisytiharkan kemerdekaan tidak lama kemudian.)

Asalnya nama Sarawak tidak jelas. "Kuching" ialah ejaan lama bagi perkataan "kucing", tetapi ia juga mungkin merupakan kelainan bagi "Cochin", perkataan India yang bermaksud "pelabuhan". Kuching mula-mulanya ditetap oleh para pedagang India yang mengasaskan pangkalan mereka di Santubong. Artifak-artifak yang berasal daripada kepercayaan Hinduisme kini dapat dilihat di Muzium Negeri. Bandar raya ini tidak pernah mempunyai sebilangan besar kucing apabila dibandingkan dengan bandar-bandar lain. Sebenarnya, arca-arca kucing, Muzium Kucing Kuching, serta perkaitan-perkaitan lain dengan kucing merupakan sebahagian usaha moden untuk mempromosikan pelancongan; banyak risalah pelancongan merujuk kepada Kuching sebagai "Bandaraya Kucing". Selain daripada ini, nama "Kuching" tidak mempunyai maksud sebenar bagi penduduk-penduduknya dan tidak dianggap oleh orang-orang tempatan sebagai suatu nama yang romantik.

Terdapat teori-teori lain yang mengatakan bahawa nama "Kuching" datangnya daripada "mata kucing", sejenis buah; Pokok Mata Kucingkelihatan banyak bertumbuh di tebing sungai yang kini merupakan sebahagian bandar raya Kuching. Terdapat sebuah bukit di pusat bandar raya lama yang dipanggil Bukit Mata Kuching, dan bukit ini juga mungkin merupakan asal nama bandar raya ini.


[Sumber http://ms.wikipedia.org/wiki/Bandaraya_Kuching]


Ini beberapa Info tambahan mengenai Kuching:

Sebetulnya bingung mau review apa karena info ini sudah saya endapkan agak lama dan baru sempat menulis, jadi kurang detail :D maafkan. Semoga fotonya bikin tergugah untuk ke sana ya :) ingat, dua hari tidak cukup!

Jadi, Kuching shall we?

You Might Also Like

6 komentar

  1. Mau tanya, tapi jangan diketawain yaa.
    Di Kuching itu banyak anjing ngga, Beb? *serius*

    ReplyDelete
  2. banyak mas'e, ada monyet juga *nahan ketawa pegangin perut*

    ReplyDelete
  3. saya juga mau tanya.. *ngacung
    itu kenapa namanya Kuching ya? ada apa dengan kucing di sana sih?

    *keluarin pena siap nyatet jawaban mbak2 duta pariwisatanya

    ReplyDelete
  4. "Asalnya nama Sarawak tidak jelas. "Kuching" ialah ejaan lama bagi perkataan "kucing", tetapi ia juga mungkin merupakan kelainan bagi "Cochin", perkataan India yang bermaksud "pelabuhan""...

    "...nama "Kuching" tidak mempunyai maksud sebenar bagi penduduk-penduduknya dan tidak dianggap oleh orang-orang tempatan sebagai suatu nama yang romantik. Terdapat teori-teori lain yang mengatakan bahawa nama "Kuching" datangnya daripada "mata kucing", sejenis buah; Pokok Mata Kucing kelihatan banyak bertumbuh di tebing sungai yang kini merupakan sebahagian bandar raya Kuching. Terdapat sebuah bukit di pusat bandar raya lama yang dipanggil Bukit Mata Kuching, dan bukit ini juga mungkin merupakan asal nama bandar raya ini"

    semoga membantu :)
    sumber manalagi kalau bukan wikipdia :D

    ReplyDelete
  5. Di kuching snack importnya banyak ga si?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya gak nyari makanan import waktu itu, gak merhatiin juga :)

      Delete