KRL dan 3 jam menunggu

By 5:14:00 PM ,

Akhirnya merasakan KRL di Jakarta, tujuan Gondangdia, saya ada kelas di Menteng hari Sabtu pagi sebelum malam tahun baru itu. Ketika pergi, tidak ada hal yang aneh, kecuali destinasi tidak disebutkan menjelang pemberhentian membuat saya agak was-was takut terlewat stasiun yang dituju. Berbekal bertanya, bertanya dan bertanya, seperti biasa, akhirnya turun dengan aman dan nyaman. Kebetulan ketika pergi, kereta cukup lengang, sehingga saya bisa melihat ke arah jendela kereta tanpa terhalang penumpang lainnya. Turun dari kereta ternyata hujan masih menyapa, saya memilih satu bajaj dan naik, delapan ribu katanya, saya bayar sesuai yang disebutkan. Baru tahu kemudian bahwa tarifnya hanya Rp 5.000 saja, ah saya tertipu.

http://3.bp.blogspot.com/-b8U_oMiSeRg/T89MoARvjfI/AAAAAAAAABk/j3tEvTQUUiE/s320/krl+ac.jpgKetika naik lagi untuk kembali ke rumah, ini cukup membuat keringatan dan mengelus dada. Saya sampai stasiun sekira pukul 1 siang, konon si kereta akan datang pukul 2, saya pikir tidak mengapa, sekalian memahami sekitar. Hal yang biasa saya lakukan di tempat baru, meneliti setiap sudut. Saya ada di platform 2, dimana kereta tidak kunjung datang kecuali ke arah Bekasi, itu pun hanya dua kali. Sementara saya akan naik kereta ke arah Bogor, menunggulah. Pukul 3 sudah di jam tangan, di platform 1 sudah bertebaran kereta dari arah Bogor menuju Jakarta Kota, namun kenapa dari arah sebaliknya tidak juga ada kereta menyapa?

3.30 baru diberitahukan bahwa ada 2 kereta di stasiun Jakarta, namun karena ada kerusakan, jadilah terpaksa menunggu. Saya belum pernah ke stasiun Jakarta Kota, jadi berpikir, apakah rel-nya cuma satu sehingga kalau ada kereta yang tidak bisa jalan, maka akan menghambat jalan kereta lainnya? Anggap saja demikian, untuk bisa memaklumi.

Kereta ke arah Bogor pertama datang mendekati jam 4 dan P E N U H bukan kepalang. Bagaimana tidak, penumpang menunggu dari jam 1 siang, dan kereta nongol jam 4, apa kabar itu? Berikutnya ada kereta ekonomi, ini bukan main! ada yang duduk di atas kereta, dengan gagah, seperti punya dua nyawa. Saya terheran, selama ini melihat di tv dan koran saja, sekarang ada di depan mata. Raut wajah mereka yang berdiri di atas kereta seperti bangga, mengagumi diri yang bisa duduk dengan santai di atas kereta, menikmati udara Jakarta. Tapi, ah sungguh sedih melihatnya. Belum lagi orang berjejalan di pintu kereta, ada yang memaksa mendorong pintu kereta yang akan menutup, orang itu memaksa pintu itu tetap terbuka, sekuat tenaga didorongnya. Bukankah pintu dibuat untuk menjaga mereka dari jatuh? Tapi mereka malah mendorongnya agar tetap terbuka. Ah..

Akhirnya kereta yang bisa saya naiki datang jam 4, dan hanya butuh waktu 15 menit untuk sampai ke tujuan saya :))) ingin tertawa sebenarnya, karena saya masih bisa naik kopaja atau yang mewah, taksi. Tapi karena keukeuh ingin naik KRL untuk pergi dan pulang, maka saya tetap di sana sambil menikmati lapar dan panas :D but anyway, that's my experience.

Jakarta, oh Jakarta :)

You Might Also Like

2 komentar

  1. iiih tante hebaatt..
    gw aja belum pernah naek KRL. hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah tante gimana sih, saya warga baru aja udah hihhi...Bogor yuk tan!

      Delete