Zero Polystyrene

By 1:18:00 PM

Salam dari Malaysia :)

Trip akademik, biasa, mengejar ilmu sampai ke negara tetangga ;)

Saya sedang duduk manis di kantin kampus, dan menemukan tulisan "zero polystyrene" dan tergerak untuk menulis sedikit. Negara Asia, menurut pengamatan bodoh saya, sering sekali 'latah' dalam menyikapi segala fenomena, termasuklah mengenai gerakan 'going green' yang sedang heboh dimana-mana. Awal datang ke Malaysia, saya sempat agak merasa modern dan keren ketika beli makanan di warung karena makanan tersebut ditempatkan pada satu kotak putih berbahan polystyrene seperti yang sering saya lihat di televisi. Waktu itu tahun 2006, seingat saya sih di Indonesia masih menggunakan plastik atau kertas nasi saja untuk membungkus makanan. 

Kemudian saya back for good pada tengah tahun 2011 dan menemukan serta menyadari bahwa polystrene sudah merajalela di Indonesia, entah itu untuk makanan maupun minuman. Ketika si gabus putih, sebutan saya hihi sok tau, merajalela di Indonesia, di Malaysia dan Singapore, yang saya tahu, sudah bergeser meninggalkan polystyrene dan menggunakan kotak plastik yang bisa digunakan kembali bahkan tahan panas oven dan microwave. Multi guna. Namun di Indonesia trend membungkus makanan menggunakan kotak plastik itu belum menjamur, kecuali di beberapa tempat yang pernah saya kunjungi dengan konsep restoran franchise atau rumah makan besar. 

Dari trend bungkus makanan itu saya melihat aliran 'latah' sadar lingkungan bergerak dan mendapati, sejauh ini mengenai polystyrene, bahwa di negara saya masih belum terkena latah tersebut. Agak terpikir barusan: ah nanti lagi kalau mau beli makanan, bawa wadah sendiri aja deh :D Tapi mungkin trend ini lumayan bisa membantu menjaga kesehatan kita dari bahan-bahan kimia yang terkandung dalam kemasan pembungkus makanan ya, menurutmu?

Ya, semoga dalam waktu dekat si gabus-gabus putih bersih itu mulai enyah dari peredaran di jajanan Indonesia ya :)

Saya piknik ke perpus dulu ya ;)

You Might Also Like

2 komentar

  1. maksudnya bahan sterofoam gitu yah?? kalo itu emang sebenernya bahaya loh, sayang din indonesia masi merajalela :D

    ReplyDelete