Becak, neng?

By 1:18:00 AM

Satu bulan terakhir ini saya lebih banyak menghabiskan waktu di Cirebon, sudah tiga kali bolak balik Jakarta - Cirebon menggunakan Kereta Cirebon Express (Cirex). Saya tidak akan bercerita mengenai perjalanannya, tapi ingin berbagi sebel tentang bagaimana para tukang becak menawarkan jasanya. Ketika sampai di Stasiun Cirebon dan berjalan menuju pintu keluar, akan terlihat para tukang becak, ojek dan supir mobil sewaan sudah berjejer di pintu. Ya, mereka menawarkan jasanya. Namun, kadang saya risih dengan cara orang-orang tersebut mendekati calon tamunya. Tidak jarang ada yang mendekatkan bibirnya di telinga, memaksa membawakan barang, bahkan mengikuti sampai depan stasiun walaupun saya sudah berkata "tidak". "dianter kemana, neng? Gunung Jati tah? kemana? yuk becak aja yuk", dan saya pun menggeleng. Tapi apa yang terjadi, dia mengikuti sambil memaksa melihat wajah saya dari dekat seraya tetap menawarkan diantar menggunakan jasanya sambil menyebutkan nama-nama tempat di Cirebon. Sampai pernah saya berhenti dan berkata agak bernada Do "saya kan dari tadi sudah bilang tidak, jangan ikuti saya", baru si bapak itu pergi. 

Iya sih, mereka mencari uang, mencari tamu, mencari penumpang. Tapi hargai juga dong orang lain dengan menjaga jarak berdiri, berbicara, tidak memaksa, beretika, bertutur yang menyenangkan dan cara-cara berkomunikasi dan bersikap lainnya. Apart from that, baik-baik saja sih, saya suka pulang, saya suka berada di rumah :)

-Be

You Might Also Like

0 komentar