Nyawa dan Metromini

By 12:04:00 PM

Hari ini metromini yang saya tumpangi ditabrak oleh rekan sesama metromini lainnya dari belakang. Boleh saya sedikit mengamini kejadian ini? Bukan..bukan jahat, hanya saja hal ini sepertinya perlu terjadi untuk menjadi 'pelajaran'. Sama seperti hidup, kadang kita perlu jatuh untuk lebih mensyukuri dan berhati-hati.

Sudah lama sekali saya tidak naik angkutan umum seperti angkot dan metromini hingga saya akhirnya hijrah ke Jakarta. Pertama kali naik, saya selalu mengupat di dalam hati. Ya, hanya di dalam hati. Marah. Mengutuk sang supir dan supir angkutan lainnya. Saya merasa tidak diperlakukan sebagai manusia di dalam kotak kumuh itu. Ya, saya tahu, dengan IDR 2000 untuk jarak yang sedemikian jauh, apa yang bisa kamu harapkan. Tapi isi angkutan umum itu bukan binatang lho. Bahkan kalau pun isinya binatang atau tumbuhan sekalipun, tetap saja tidak manusiawi kalau membawa angkutan umum bak balapan mobil di sirkuit dan membiarkan isi kendaraan terlempar sana sini.

Perjalanan menggunakan kendaraan umum seperti menyerahkan 90% kepasrahan jiwa raga pada pak supir yang kemampuan mengendarai bis-nya hanya Tuhan yang bisa menafsirkan. Hari ini entah berapa kali metromini saya nyaris menabrak metromini lainnya atau menyerempet bajaj juga motor. Sakit jiwa. Mengejar setoran, judulnya. Tapi lupa ada lebih dari sepuluh nyawa di dalam kendaraan itu dan puluhan lebih lainnya di luar sana yang bisa diseruduk kapan saja. Menerobos lampu merah, melanggar separator busway, melaju dari sisi kiri jalan kemudian mendadak ke sisi tengah dan mendadak rem diinjak sang supir kemudian berhenti di tengah menurunkan penumpang yang bisa tertabrak kendaraan lainnya kapan saja ketika keluar dari badan bis. Sungguh luar biasa.

Bukankah ada cara yang tepat untuk berkendara dan menaikkan juga menurunkan penumpang? Bisa dilakukan sesuai aturannya? Lebih manusiawi gitu. Semoga ya, ada titik dimana para supir-supir juga memikirkan keselamatan (dirinya dan penumpang dan orang-orang lainnya) di atas Rupiah.

Bersyukur hingga hari ini saya selalu dalam lindungan Tuhan. Semoga para supir, penumpang dan para pengguna jalan selalu waspada dan berhati-hati juga.

You Might Also Like

0 komentar