Dehidrasi

By 6:20:00 PM

foto diambil di toilet wanita Bandara Adisucipto, Yogyakarta
Ketika pergi ke Hong Kong, saya dan Ade mendapati warna air seni kami tidak seperti biasanya, sangat kuning cenderung coklat. Waktu saya menganalisa apakah karena kurang minum, Ade sempat berpikir bahwa sebetulnya kami cukup minum. Tapi ketika saya menemukan stiker yang berisi informasi tentang tingkat hidrasi tubuh, saya akhirnya paham bahwa waktu itu kami berdua sudah mulai kekurangan cairan. Kok bisa tidak sadar? Suhu dingin Hong Kong membuat kami tidak berkeringat dan jauh dari rasa dahaga. Perasaan bahwa sudah minum yang cukup karena kami selalu membawa botol air mineral kemana-mana pun membuat kami yakin bahwa kami terhidrasi dengan baik. Tapi ternyata tidak, ya. Nah, buat teman-teman yang suka jalan-jalan, pastikan bahwa tubuh kalian terpenuhi kebutuhan cairannya. Kadang jalan panjang dan menarik membuat kita lupa untuk minum yang cukup. Mungkin bisa diakali dengan selalu menyimpan air mineral dalam tas, dan pastikan tidak pernah kosong. Untuk kalian yang jalan-jalan di kota yang memiliki sumber air baik seperti Singapore, mungkin akan dengan mudah mendapatkan air mineral dimana-mana tanpa harus membeli, ya. Namun jika kejadiannya adalah sebaliknya, pastikan untuk tidak pelit membeli air mineral. Air yang dimaksud pastikan adalah air mineral, bukan susu, kopi atau teh. Saya kalau sedang di luar rumah, atau bekerja, cenderung malas minum karena malas untuk bolak balik ke kamar kecil, tapi rasanya si malas harus dienyahkan. Untuk mengimbanginya, biasanya saya minum banyak ketika di rumah, bisa lebih dari 8 liter malah. Jadi, jangan lupa minum ya!


You Might Also Like

2 komentar

  1. Eh emang pas di HK kita sempet ngebahas soal warna air seni ya? Hmmm... sungguh percakapan bernilai seni tinggi :)))))

    ReplyDelete