Tentang Lebaran

By 5:14:00 PM

Lupa kapan terakhir saya berlebaran di Kajang, kota tempat saya sekolah tujuh tahun terakhir ini. Sempat pulang selama 2,5 tahun ke tanah air memberikan kembali hari-hari lebaran Idul Adha saya di rumah, pulang ke keluarga. Lebaran tahun ini, saya kembali merayakannya di sini. Ah, ini bukan tahun pertama saya lebaran jauh dari keluarga. Sejak melepas status sebagai anak SMA, saya sudah tinggal terpisah dari orangtua :) Teman-teman pun banyak yang mengalaminya, kan? Tapi tahun ini agak sedikit sedih.

Teman saya tidak seramai dulu. Masa idle membuat saya terputus dari rantai pertemanan dengan mahasiswa-mahasiswa baru. Agak sedih, karena sepi. 2,5 tahun saya hanya bolak-balik Jakarta-Kajang, di tahun-tahun itu pula saya lebih banyak menghabiskan waktu saya di Jakarta, daripada di Kajang. Dengan begitu, saya agak tertinggal dalam beberapa fase kedatangan mahasiswa baru. Akibatnya, entah ini akibat atau bukan, lingkaran pertemanan hanyalah yang sisa-sisa, mulai kecil lingkarannya. Sejak kembali ke sini awal tahun 2014, saya tertimbun deadline dan tumpukan data yang luput dari analisis. Hari-hari hanya duduk di meja belajar di rumah atau di sudut perpustakaan. Begitu dari pagi hingga sore, kadang malam. Kadang tidur pun sambil berpikir. Ada kalanya bisa berpikir. Ada kalanya buntu.

Kembali lagi tentang lebaran, tahun ini sungguh bingung mau ngapain. Nanti pergi ke masjid dengan siapa. Akan pergi ke masjid mana. Bisa shalat atau tidak. Setelah shalat lalu apa. Tidak terbayang. Sebagian teman sudah terbang pulang sejak entah seminggu atau dua minggu lalu. Sebagian lagi memilih tidur. Ada pula yang sudah punya rencana dengan keluarga barunya. Sebagian lagi berulang-ulang bertanya “mau apa kita?”.

Dua minggu lalu, keputusan pertama adalah saya tidak bisa pergi kemana-mana, karena dua bulan stuck dengan bab 5, dan baru ditemukan kusutnya benang, sudah terurai, tinggal menjahit lagi. Deadline baru, minggu depan menyerahkan enam bab yang menjadi hutang dari kemarin. Andai saja kusutnya benang tidak butuh waktu dua bulan untuk ditemukan simpulnya. Lalu, awal minggu ini keputusan kedua adalah bahwa saya tidak bisa shalat di hari lebaran. Kemudian, semalam ada keputusan ketiga, berkunjung dan menginap di rumah seorang teman di daerah Putrajaya. Menginap dibaca sebagai pindah tempat kerja. Teman bersedia rumahnya dijadikan tempat untuk mencari inspirasi menulis tesis. Semoga Selasa depan hutang bab saya lunas. Tidak sabar untuk menuliskan tiga bab terakhir, untuk semuanya disatukan menjadi disertasi doktoral. Semoga.


Saya berjanji memasak steak rumahan untuk merayakan lebaran, teman pun bersetuju :) Jadi, lebaran saya tidak ada sate. Apa rencana lebaranmu?

You Might Also Like

0 komentar