Food Combining itu Gampang

By 8:42:00 PM

Tulisan ini dibuat untuk seorang teman yang tiba-tiba nyolek dan minta dibuatkan menu FC untuk seminggu, sekalian aja diposting ke sini, semoga bermanfaat :)

Inti dari melakukan pola makan mengikut cara Food Combining adalah (1) memadu padankan makanan yang dapat membantu meringankan “tugas” organ pencernaan sehingga makanan bisa dicerna dengan baik dan bermanfaat bagi tubuh dengan sebagaimana mestinya, (2) memakan makanan pada waktu yang tepat sesuai cara kerja organ pencernaan, dan tubuh secara holistik, sehingga memberikan efek yang baik bagi kesehatan tubuh di mana kondisi basa tetap terjaga.

*) Aturan dasar Food Combining yang mesti dipatuhi:
(1)    Memakan buah secara hanya pada saat perut kosong, waktu paling baik adalah di pagi hari
(2)    Tidak mempertemukan Protein Hewani dengan Pati (Karbohidrat)

*) Ritme tubuh Sirkadian :
Food Combining melihat waktu tepat untuk mengasup makanan dengan merujuk pada ritme tubuh yang disebut ritme sirkadian yang dibagi per delapan jam-an.
04:00 – 11:00      Adalah waktu tubuh berproses melakukan pembuangan; BAK, BAB, nafas, buang angin, keringat. Pada waktu ini, tubuh bekerja sangat keras. Namun, pada waktu ini juga, tubuh memerlukan pasokan energi. Jenis makanan yang tepat diasup pada waktu ini adalah yang mudah dicerna oleh organ pencernaan; buah adalah paling ideal, kedua adalah sayuran. Pastikan tidak lapar, sarapan bisa dilakukan berulang-ulang.
12:00 – 20:00      Adalah waktu tubuh mampu bekerja keras untuk menerima asupan makanan dan mengolahnya. Pada waktu ini kita dibenarkan untuk mengkonsumsi makanan berat sesuai kebutuhan, tanpa mengabaikan kandungan yang ada pada makanan itu juga. Pada waktu ini, kita bisa makan sesuai kebutuhan; idealnya makan siang, kudapan sore dan makan malam. Jika kegiatan banyak dan membutuhkan energi ekstra, waktu makan bisa ditambah, dengan catatan waktu dan jenis makanan disesuaikan dengan kebutuhan. Jangan lupa untuk tetap perhatikan kondisi lapar dan kenyang, pastikan kebutuhan tubuh terpenuhi. Ada kombinasi makanan ideal dan tidak ideal yang bisa diasup, perhatikan jenis ini.
20.00 – 04.00      Adalah waktu penyerapan. Sebisa mungkin beristirahat, idealnya tidur, pada waktu ini, sehingga kerja keras organ tubuh untuk menyerap makanan bisa maksimal.

*) Kombinasi makanan ideal dan tidak ideal:
Kondisi basa tubuh dapat terbantu dengan asupan bahan makanan yang paling menyerupai aslinya; sayur-sayuran dan buah-buahan adalah makanan yang paling mungkin dimakan dalam kondisi mentah dengan ragamnya yang sangat mungkin memenuhi kebutuhan tubuh; protein, karbohidrat, serat, vitamin, mineral, enzim dll.
Contoh menu ideal, seperti berikut:
Bangun tidur      : Perasan lemon/jeruk nipis + air hangat
Sarapan                :  Kiwi, Pepaya, Pisang
Makan siang       : Nasi merah, tahu dan tempe kukus, aneka lalaban (jumlah banyak) dan sambal ATAU Ayam goreng, tahu dan tempe kukus, aneka lalaban (jumlah banyak) dan sambal.
Kudapan sore    : Singkong kukus
Makan malam   : Nasi merah, pepes tahu, sayuran mentahan (bisa juga sayuran mentah dijus)

Contoh menu tidak ideal, seperti berikut:
Bangun tidur      : Perasan lemon/jeruk nipis + air hangat
Sarapan                : Melon, rambutan, semangka
Makan siang       : Nasi putih, tempe mendoan, sayur tahu, tumis buncis, capcay ATAU ayam    goreng,  telur dadar, sayur sop, tumis kangkung.
Kudapan sore                    : Combro
Makan malam   : Nasi putih, sayur terong, sayur sawi, tempe bacem, sambel

Perbedaan makanan ideal dan tidak ideal adalah kualitas kandungan makanan (sudah melalui proses masak/belum) dan kualitas makanan itu dalam menyumbang kondisi basa tubuh. Pada makanan ideal, diusahakan jenis makanan yang memiliki kualitas kandungan baik; serat tinggi (bagi pati), enzim, mineral dan vitamin terjaga karena tidak melalui proses masak yang lama, terutama tidak digoreng. Untuk makanan yang tidak ideal, kualitas kandungan yang tidak terlalu baik (seperti nasi putih, karena memiliki glikemik indeks yang tinggi sehingga mudah dipecah menjadi gula jahat), sudah melalui proses masak yang panjang sehingga kandungan enzim, vitamin dan mineralnya KEMUNGKINAN sudah tidak ada/mati karena panas pada proses masak. Untuk mudah dalam mengingat, sebaiknya pastikan makanan yang diasup setiap harinya minim proses :)

*) Aturan turunan Food Combining:
(1)    Kunyah makanan sampai halus dan bercampur air liur. Begitu pula ketika ketika meminum jus sayuran atau buah; kulum sebentar di mulut, letakkan di bawah lidah, baru telan.
(2)    Usahakan memakan buah-buahan dalam 2 – 3 macam.
(3)    Buah golongan melon (semangka, melon, blewah), dimakan terpisah dengan buah lainnya, berikan jeda 15 menit sebelum memakan buah jenis lain. Hal ini disebabkan karena sifat melon lebih mudah dicerna berbanding buah lainnya.
(4)    Pisang memiliki kandungan karbohidrat, jika ingin sarapan pisang, sebaiknya dijadikan sarapan terakhir. Bisa juga dijadikan kudapan sore.
(5)    Alpukat dan bengkoang bukan buah, karna sifat manisnya tidak mendekati sifat buah. Keduanya bisa dijadikan menu kudapan sore.
(6)    Usahakan memakan sayuran dalam 2 – 3 macam dengan aneka warna.
(7)    Usahakan selalu ada asupan sayuran mentah dalam setiap kali makan besar.
(8)    Usahakan memakan pati dengan kualitas baik; beras merah, coklat, hitam, dll.
(9)    Usahakan menghindari makanan yang mengandung gluten; dari tepung-tepungan.
(10)Usahakan meminimalkan makanan yang digoreng.
(11)Usahakan untuk memakan protein hewani pada jam makan siang, karena memerlukan waktu 4-6 jam dalam proses mencernanya.
(12)Usahakan tidak memakan lebih dari satu jenis protein hewani dalam sekali makan karena akan semakin memberatkan proses cerna.
(13)Batasi asupan protein hewani dalam seminggu, 2-3 kali saja.

*) Good News!
Seminimal mungkin, pastikan jumlah hari yang mengikuti pola makan Food Combining lebih banyak daripada pola makan “cheating”. Cheating biasa digunakan untuk merujuk pada pola makan “Sembarangan”; misal makan kentang + ayam goreng, makan bakso dan memakan/meminum makanan & minuman yang bisa menyumbangkan kondisi tubuh dengan pH asam. Misalnya 5 hari full FC, 2 hari Cheating atau 4 hari full FC dan 3 hari Cheating (dengan tetap meminum perasan lemon/jeruk nipis di kala bangun tidur, sarapan pertama buah, siang/malam “dibayar” dengan sayuran mentah sebanyak mungkin). Cheating sebaiknya terkontrol karena semakin sering kita cheating, maka kondisi tubuh akan semakin mengarah pada kondisi pH asam, artinya akan mudah kembali ke kondisi nyaman bagi bakteri, kuman dan penyakit untuk tinggal. Be wise.

You Might Also Like

0 komentar