Naninu anu!

By 12:21:00 PM

Banyak teman yang melihat saya lebih segar berbanding tahun lalu. Segar dalam artian saya tidak pernah mengeluh sakit, jarang menolak diajak pergi karena sedang tidak enak badan, jarang mengeluh ini dan itu yang tidak pernah diada-adakan tapi memang saya ringkih dan tidak pernah lagi ada yang bilang kalau muka saya pucat. Alhamdulillah. 

Kemudian, teman-teman di sekitar saya mulai sadar ada yang berbeda dengan cara saya makan, pola makan mungkin maksud mereka. Tetapi mereka selalu "menuduh" saya sedang diet untuk tujuan menguruskan badan. Mungkin mereka melihat saya tidak segemuk dulu, jadi mereka yakin saja "menuduh" begitu. Tidak jarang ada yang nyeletuk "kalau ngajak Beby, makannya harus sehat, dia diet, tuh badannya kurus gitu" atau "jangan makan daging kalau ngajak si Beby, dia vegan", what the?

Tapi saya mulai berdamai dengan omongan dan sebutan kambing setelah menjalani Food Combining (FC) selama 5 bulan. "sudahlah" begitu dalam pikiran saya. Hampir setiap belanja sayuran, ada aja celetukan "beli rumput yaa". Sekarang saya malah nyeletuk duluan sebelum denger itu dari orang hahahha. Mulai berdamai ini karena saya merasa sehat setelah FC. Bener, sehat. Pernah flu, kapan itu, karena cheating selama satu minggu. Cheating apa? saya makan kudapan dengan MSG yang mungkin lebih banyak dari bahan baku lainnya hahaha. Iya, enak, nagih. Kemudian batuk flu. Tapi saya sadar, batuk flunya gak bikin saya tertidur lemas lagi yang biasanya bisa seminggu atau lebih. Waktu sakit itu, saya masih nyetir AKDP, masih nemenin keluarga keliling kota dari pagi hingga tengah malam. Masa penyembuhan pun tidak lama. Ini kemajuan banget. 

Melihat itu, banyak teman yang bertanya pada saya tentang FC. Ada yang ingin sembuhin sakit A, B dan C yang dideritanya, ada yang pingin panjang umur, ada yang pingin kurus dan lain sebagainya. Banyak yang tanya ini beneran, lebih dari 10 orang, termasuk banyak, kan? Tapi tidak semuanya kemudian menjalankan dan meneruskan berbagi informasi juga pengalaman mereka tentang FC. Kenapa? Banyak alasan di sebalik itu. Beberapa ceritanya begini:

Ketika saya bilang FC itu bukan untuk diet ngurusin badan, kemudian si teman malas meneruskan obrolan, apalagi menjalankan. Makan nasi sama ayam goreng dan sambal itu terlalu enak untuk dilepas. Es krim di tengah malam itu tidak apa-apa selama dimakan secukupnya, tidak berlebihan. Yeah, rite. Bye FC, kalau gitu ya?

Ketika saya bilang mendingan mengudap yang sehat aja seperti buah atau kacang atau ubi kukus, ada yang komentar mahal, susah dicari, males bawa dari rumah dan lain sebagainya. Kalau yang dilihat halangan duluan, ya gak bakalan tercapai deh tujuan. Buah itu mungkin mahal, tapi pasti ada cara mendapatkan yang murah. Cari buah yang sedang musim, buah lokal, di pasar tradisional, harganya jauh lebih miring daripada di swalayan. Saya di sini, seringnya beli buah di pasar malam, karena lebih affordable, buah yang dijual mengikut musim, dan saya tidak terbebani dengan harga yang biasanya tinggi di swalayan. Di tempat teman-teman mungkin ada pasar terdekat. Atau minta tolong OB kantor, atau minta mbak yang bantu di rumah belikan. Ada saja jalannya. Tidak perlu berdebat tentang buah itu mahal, untuk sendiri mungkin jatuhnya murah, tapi buat keluarga? Coba bandingkan dengan uang yang harus dikeluarkan untuk biaya rumah sakit kalau anggota keluarga sakit, mahalan mana? Saya suka membandingkan dengan kudapan, seperti makanan ringan atau gorengan, karena itu kesukaan saya. Daripada membuang uang sekian setiap harinya untuk jenis makanan itu, ada baiknya uangnya dibelikan untuk makanan yang lebih sehat, buah, kacang, pati seperti singkong. Gak cukup? Mungkin. Tapi ya bukan berarti alokasi untuk buah sama dengan alokasi untuk camilan :) Be wise. Saya punya waktu untuk nyuci-nyuci buah dan sayur sebelum ke kampus, mungkin teman-teman terlalu sibuk, bawa saja mentahan kotor, cuci di kantor, bisa diusahakan? Sediakan pisau di kantor untuk memotong-motong, banyak yang melakukan itu, mereka baik-baik saja, dan sehat. See? Tidak susah kalau mau diusahakan. Kalau sudah menolak dari awal, ya sudah, it's your choice

Ketika ada yang bertanya "bener ya, maagnya sembuh?" saya jawab "ya" dengan yakin. Kemudian bertanyalah teman itu dengan 1001 pertanyaan penuh keheranan. Begitu saya berikan juklak FC, dia tanya "lalu saya makan apa?" saya jawab "makan apa saja yang ingin dimakan, yang penting caranya benar", lalu katanya "kalau saya makan lauk daging, gimana?" saya jawab "makan dengan sayur yang banyak, usahakan mentah, tampah tahu atau tempe aja biar kenyang betul", lalu dengan muka tidak senang dijawabnya "tapi saya harus makan nasi, saya punya maag", saya jawab "kalau mau makan nasi, tidak usah makan daging, makan saja tahu tempe dan sayuran", jawaban standar saya dapatkan "dari mana saya dapat protein?" kemudian saya coba sebutkan jenis sayuran yang kandungan proteinnya tinggi, tapi hasilnya? Tetap saja konsep 4 sehat 5 sempurna itu melekat :) Again, it's your choice

Ketika ada yang mengeluh tulangnya sakit bla bla, kemudian saya tanya apakah dia minum susu atau tidak, ternyata ya. Saya sarankan untuk berhenti minum susu saja, dan banyak memakan sayur dan buah. Jawabannya "nanti dapet kalsium dari mana dong?", lalu saya sebutkan jenis sayuran yang kaya kalsium, jawabannya seperti yang saya duga "asam urat kambuh nanti" :D Standar, mengetahui makanan dan cara makan separuh-separuh, jadi ya gitu. 

Saya sedang berpikir cara yang baik, singkat, tepat menjelaskan FC kepada teman yang bertanya. Karena kalau informasi terlalu kompleks, pasti mereka hanya berpikir FC itu ribet. Padahal yang rumit itu kerja organ tubuh, kita mengimbanginya agar pekerjaan si organ lebih ringan. Cuma saja, tidak semua orang, apalagi setelah sekian puluh tahun makan sesuai konsep 4 sehat 5 sempurna itu, mau memahami dari nol tentang konsep makan ini. Jadi sulit menjelaskan kalau dari awal sudah menolak konsep baru. FC bukan curing diseases. FC bukan weight loss program. FC itu pola makan yang mengikuti cara kerja tubuh. 

Maka dari itu, teman-teman yang bertanya FC itu apa, saya biasanya sodorkan ritme Sirkadian sebagai pemahaman awal, bagaimana sih tubuh bekerja. Setelah itu jelaskan dalam kondisi-kondisi itu, apa yang harus kita lakukan untuk mengimbangi kerjanya supaya tidak berat. Setelah itu saya kenalkan 2 julkak dasar FC; memakan buah di pagi hari secara eksklusif dan memisahkan antara protein hewani dan karbohidrat pada menu makan besar. Itu dulu. Kalau itu saja sudah dianggap berat, biasanya saya berhenti berbicara :) 

Kemudian, ketika teman mulai menjalani, mulai merasa badannya semakin segar, pasti akan banyak pertanyaan turunan yang mengharuskan saya berbagi tentang juklak turunan. Misalnya tentang kapan boleh mengudap, kudapan seperti apa, buah apa yang boleh dikombinasikan dan buah apa yang sebaiknya dimakan terpisah, sayur apa yang sebaiknya dimakan, bagaimana cara makan, kapan dan bagaimana cara minum dan lain sebagainya. Hanya saja, sedikit yang akhirnya ada di tahap pertanyaan ini. Selebihnya sibuk menangkis informasi tentang FC yang saya berikan.

Apa sih yang salah dengan FC? Makan nasi boleh, makan daging boleh, makan buah boleh, makan sayur boleh. Ada waktu diperbolehkan cheating makanan yang tidak sehat dengan kadar yang secukupnya, setelahnya berikan siraman jus sayur segar supaya tubuh terbantu kerjanya dan terpenuhi kebutuhan energinya. Perlu diketahui, makanan yang tinggi kalori belum tentu mengandung energi yang cukup bagi tubuh. Seperti burger, kalorinya tinggi, ini jika berbicara tentang diet, tapi energi yang dihasilkan dari makanan itu sedikit karena tubuh bekerja berat untuk mengolahnya, malahan mungkin tidak bisa terurai dengan baik dan berakhir jadi sampah. Efek buruk lainnya? usus besar menjadi tempat yang dikotori dengan sampah makanan sampah itu. See?

Kalau yang dibahas adalah kekurangan zat besi, protein endesbre, coba lihat food dairy orang-orang yang FC, food dairy itu bukan yang kelihatan mereka makan aja ya, menu keseharian mereka. Di sebelah mana kurangnya asupan zat-zat itu? Buah, sayur, pati, protein hewani, protein nabati, semua dimakan. Kecuali susu. Mungkin ini menjadi tanda tanya besar, susu gak diminum? Coba cari deh rujukan video atau tulisan tentang susu, apakah iya susu itu perlu? Perhatikan sistem cerna manusia, apakah iya manusia bisa mencerna susu formula? Apakah susu mamalia lain bisa dicerna oleh manusia? Konsep 4 sehat 5 sempurna yang dikenalkan kepada kita puluhan tahun lalu sudah tidak berlaku sekarang. Saya tidak punya kapasitas cukup untuk menjelaskan kenapa. Coba teman-teman cari sumber rujukan sendiri, malas membaca? bisa cari video di youtube. Cari nama-nama seperti Dr Hiromi Shinya, Dr Tan Shot Yen, Dr Tiwi atau tentang makanan gizi seimbang. Jangan lupa, pelajari juga cara kerja tubuhmu, ya.

Semoga sehat terus ya, gak ada batasan, hanya perlu pengaturan agar lebih baik :)

You Might Also Like

0 komentar