Kembali ke masa lalu

By 5:50:00 PM

Kembali ke masa lalu, terutama kembali ke kebiasaan yang sudah ditinggalkan, tidaklah selalu buruk. Saya ingat, betapa saya suka sekali membaca pada tahun-tahun sebelum ini. Walaupun tidak pernah memupuk kebiasaan itu dari kecil, tapi saya pernah ada di satu titik di mana buku selalu saya bawa dan saya baca ketika ada waktu yang bisa digunakan; di halte ketika sedang menunggu Metromini, di dalam Kopaja, di dalam Taksi, di restoran atau bahkan di kedai mie ayam, di meja dosen ketika menunggu waktu mengajar bermula dan di banyak tempat, termasuk toilet. Buku yang saya baca beragam, mulai dari novel ringan, novel sarat sejarah, buku motivasi, buku pengaturan keuangan, buku sarat ajaran agama dan lain sebagainya. Bahkan di rak buku saya, di Jakarta, masih ada buku yang belum sempat saya baca; tetraloginya Pramoedya, buku tentang Ramayana, novel-novel ringan dan lain sebagainya. 

Seorang teman pernah berkata bahwa dengan membeli buku-buku itu, artinya saya membuang-buang uang; membeli buku tetapi tidak dibaca. Belum, belum sempat saya baca, bukan tidak dibaca. Saya selalu melihat buku-buku itu sebagai investasi. Mungkin benar, saya tidak akan membacanya. Tapi investasi pun tidak melulu kita yang merasakan manfaatnya kan? Mungkin orang-orang terdekat yang menjadi "tanggungan" kita. Saya melihat bahwa membeli buku itu suatu investasi yang dalam jangka panjang akan terus "berbunga" manfaatnya. Mungkin anak saya akan membacanya, kemudian dipinjam temannya, kemudian saudaranya ikut membaca. Lihat kan? manfaatnya bercabang :) Seperti berbagi ilmu yang terus menerus diestafetkan. Ngawur. Bodo :D

Nah, kembali lagi ke topik kembali ke masa lalu, kemarin saya membeli dua buku; The Tipping Point dan Blink karya Malcolm Gladwell. Buku lama, sudah lama saya ingin membeli buku itu, tapi baru kesampean kemarin. Barusan saya download bukunya yang berjudul Outliers dan David and Goliath :D Saya juga punya beberapa buku dalam bentuk e-book. Iya, lebih ramah lingkungan. Tapi saya kuno, saya selalu suka wangi buku, apalagi buku perpustakaan. Membuka setiap lembar buku itu nikmat. Tau apa yang lebih nikmat lagi? membuka plastik buku yang baru dibeli, membubuhkan nama dan tandatangan. Rasanya luar biasa :) Saya juga suka menyampul buku-buku saya dengan plastik bening. Membacanya. Membiarkan mereka berdiri rapi di rak buku sampai warnanya berubah kekuningan. Seneng banget :)

Semoga saya bisa mulai lagi kebiasaan lama: membaca (buku)



You Might Also Like

2 komentar

  1. Biasanya kalau pengalamanku beli buku, pas udah lebih satu minggu dikos langsung hilang. Entah siapa yg meminjam dan lupa mengembalikan :-D

    ReplyDelete
  2. Hahaha, semoga manfaatnya merambat ke sana ke mari ya :D

    ReplyDelete