Mungkin dia lelah

By 10:27:00 AM

Beberapa waktu lalu sempat menonton perbincangan tentang gizi seimbang dengan narasumber seorang dokter ahli gizi. Beliau mengatakan bahwa dalam setiap kali makan, yang dalam sehari setidaknya 3 kali, perlu ada semua unsur makanan; buah, sayur, protein, karbohidrat. Beliau mengatakan bahwa Tuhan itu hebat menciptakan organ tubuh dan sistemnya, begitu pula dengan makanan di alam ini dimaksudkan untuk dikonsumsi manusia, jadi tubuh gak akan kerepotan untuk mengolahnya, semua enzim ada kok dalam tubuh. Kurang lebih gitu, saya lupa kalimat persisnya. Dengan begitu, tidak perlu ada pengaturan kapan dan bagaimana makan makanan A, B dan C. 

Oke, tentang kebesaran Tuhan, saya tidak meragukan. Tuhan itu MAHA segalanya, menciptakan apapun pasti ada alasan dan tujuan yang baik bagi makhluknya. Tapi kadang kita lupa bagaimana memanfaatkan dan menjaga apa yang diciptakan Tuhan. Menurut saya. Tentang makan, saya melihatnya seperti proses kita beberes rumah. Saya yakin, kita memilih rumah dan isinya karena kita tau akan mampu merawatnya. Tapi, coba bandingkan...kita membersihkan debu dulu, kemudian menyapu dan diakhiri dengan mengepel, dikerjakan bertahap, satu demi satu, lebih mudah dan efektif kan? Berbanding dalam waktu bersamaan kita ngelap debu, pegang sapu dan ngepel...Ah, ini analogi bodoh sih memang. Tapi saya melihat organ tubuh pun akan demikian. Enzim banyak, kemampuan "mesin tubuh" juga pasti prima KALAU digunakan dengan baik dan benar. Kalau cadangan enzim yang sebetulnya bisa dipergunakan sampai kita usia 90 tahun, misalnya, dihantem dipakai di awal-awal usia, maka cadangan enzim itu pasti akan habis sebelum waktunya. Iya, ajal bukan kita yang tentukan. Tapi ketika enzim habis, tubuh kita tidak bisa mengolah makanan lagi dengan baik, yang ada kita akan hidup dengan ketidakberdayaan; sakit. Apa mau? Bebersih rumah juga gitu...kalau dibersihkan satu-satu, kita tidak akan kerja dua kali karena waktu ngepel, ternyata masih ada debu beterbangan, atau ketika nyapu, si lantai gak basah karena air untuk ngepel. Gitu gak sih?

Jadi, kalau saya sih bisa terima logika bahwa tubuh memang luar biasa hebat kerjanya, tapi kita punya kewajiban untuk menjaga agar tubuh senantiasa bisa bekerja sehebat itu sampai ujung usia kita. Caranya gimana? pahami bagaimana tubuh itu bekerja, apa yang diperlukannya? Ikuti ritme kerja tubuh agar apa yang kita asup maksimal untuk kebutuhan tubuh, bukan hanya lidah semata. 

Mungkin teman-teman berpikir bahwa "ah selama ini gw baik-baik aja kok mau makan apa aja", tapi apakah iya tubuh kita baik-baik saja menerima makanan asing yang tidak dikenalnya? Makanan kalengan, dalam kardus, makanan yang jauh dari bentuk aslinya. Tubuh mengambil cadangan enzim yang ada untuk mengolah itu semua. Kaya keuangan, di awal bulan kita bolak balik ambil uang jatah bulanan, akhirnya di minggu terakhir bulan itu kita bisa hidup dengan sangat minim karena keuangan menipis. Gitu deh :) 

Sejak mengenal Food Combining, saya menerima logika bahwa asupan perlu dipikirkan jenis dan waktu mengkonsumsinya agar kandungannya bisa diserap secara maksimal dan tubuh tidak bekerja bakti untuk mengolahnya. Supaya sehat lebih lama, itu aja. Saya sayang tubuh saya. Saya sayang keluarga saya. Tidak mau lagi sakit-sakitan :) 

You Might Also Like

0 komentar