Carrie a hope and dreams

By 5:30:00 PM

Entah sejak kapan saya punya cita-cita untuk menulis buku. Suatu hari nanti. Punya buku yang dibaca oleh banyak orang, bisa membuat mereka membaca seolah-olah buku itu berkata don't-stop-reading-me-now. Sampai akhirnya saya menonton serial Sex and The City beberapa tahun lalu, ketika film itu sudah tidak ada lagi di stasiun televisi. Satu tokoh menginspirasi saya. Carrie Bradshaw, diperankan oleh Sarah Jessica Parker.


Mungkin saya seperti anak kecil, ya. Mengaitkan tokoh dalam film, yang entah wujud karakter orang seperti itu ada atau tidak, dengan diri saya. Tapi setiap kali menonton episode demi episode Sex and The City, ratusan kali, saya seperti terkena setrum semangat untuk mewujudkan mimpi saya untuk menulis (buku). Sering saya bergumam dalam hati "kapan ya, aku bisa punya kolom sendiri". Tapi kadang gumam itu terhenti dengan "ah tapi aku gak ngerti politik, apalagi ekonomi, mana bisa dimuat tulisanku nanti", hahaha cemen.  Tapi, hey! saya tidak perlu menulis tentang bidang yang tidak saya ketahui, kan? I can write anything else that I familiar with. 

Saya mulai suka menulis sejak tahun 2005, mungkin. Diawali di Friendster, Multiply, akhirnya membuat Blog ini. Dari isi tulisan yang galau gak jelas, sampai saya menentukan tema tulisan pada tahun 2008, tentang piknik. Seiring waktu, kesempatan piknik berkurang, tulisan di blog saya mulai bergeser ke tema hidup sehat. Semua tulisan bersumber pada pengalaman sehari-hari. Apa yang saya lakoni. Apa yang saya sukai. Kadang serius. Sering kali nyeleneh :D Bebas aja, wong blog saya, kok. 

Sampai pada tahun 2012, kalau tidak salah, saya BERNIAT untuk menulis novel. Saya sempat mengajak teman untuk menulis satu novel bersama. Gagal. Tidak ada komitmen yang kuat, hahaha. Klasik. Sempat juga mengirimkan outline tulisan ke satu penerbit. Ditolak, Alhamdulillah :D Kemudian melepes. Bara semangat itu padam, pelan-pelan. Gitu, deh.

Gambar dari sini
Anyway, balik lagi ke tokoh Carrie, dia digambarkan sebagai seorang columnist. Sebagai seorang sex-anthropologist, dia banyak melakukan penelitian dari kehidupan pribadinya, pertemanan dan kehidupan orang-orang di kota New York (disebut New Yorkers) secara umum. The New Yorkers itu inspirasinya dalam menulis. At that point, saya juga sebagai seorang yang menggeluti bidang Komunikasi, terutama pada Komunikasi Antarbudaya, memang punya kecenderungan melakukan observasi sekitar terkait ilmu yang saya dalami itu. Mirip, kan? Halah.

Lalu, Carrie itu pecinta sepatu. Entah berapa pasang sepatu dimilikinya. Kalau dijumlahkan jumlah uang yang sudah dikeluarkannya untuk membeli sepatu itu, sebetulnya dia sudah bisa membayar Down Payment untuk apartemennya ^^ Ini lucu, sih. Semoga saya gak harus meratapi sepatu-sepatu di rak untuk membeli atap untuk berlindung :D Entah kebetulan, atau saya saja yang lagi-lagi sok menghubungkan lagi cerita dan kenyataan. Saya sangat sangat sangat suka sepatu dan setuju sama pendapat Carrie bahwa nice shoes can bring you to a good place. Baju boleh biasa, but shoes, don't mess with shoes :)) Sejak menerima gaji pertama, saya sering kali menghadiahi diri dengan sepatu. Murah atau mahal, dalam ukuran saya, tidak penting, as long as those are pair of shoes and I love it, then I will love it forever. Sepatu ini yang bikin saya makin klik dengan tokoh Carrie.

Gambar dari sini
Terlepas dari saya sudah jarang beli sepatu dan belum berkesempatan untuk menerbitkan buku. Hari ini saya sangat bahagia, B A H A G I A, karena artikel pertama saya untuk www.jejamo.com sudah terkirim. Eh, apaan sih? Hoho, jadi gini..seorang teman membuat satu portal berita bersama suami dan beberapa temannya. Ketika dia sedang bercerita, saya tembak "gue mau dong, jadi kontributor!". Tadinya sih, iseng aja. Eh, ternyata keisengan saya disambut "serius lo?". Kemudian obrolan pun bergulir, dan ya, saya akan menjadi kontributor di rubrik Lifestyle.

Saya mulai membuat beberapa outline tulisan. Sampai-sampai saya membuat folder khusus untuk tulisan(-tulisan) saya di laptop. Semangat banget lah. Tapi kemudian saya tenggelam dengan tenggat waktu penulisan artikel untuk satu conference dan ya tesis saya lagi di tahap serius (kalau gak dikerjain saya bisa di-DO haha).

Nah, beberapa hari lalu saya dicolek nih sama si teman tentang artikel. Wahahihi, sampai lupa bahwa saya sudah berjanji masukin artikel ke redaksi *tutup muka*. Saya berjanji akhir minggu akan dikirim. Akhirnya, hari ini artikel perdana saya untuk www.jejamo.com dikirim! Yeaay!


Gambar dari sini 
Satu sisi saya senang, akhirnya selesai juga artikel itu. Di lain sisi, rasanya mau pingsan waktu menekan tombol 'send' di e-mail. Banyak ketakutan. Takut isinya tidak menarik lah, out of date lah, terlalu panjang atau pendek lah, terlalu berat atau ringan, bahasanya redundant dan sejuta ketakutan lainnya. Penulis suka takut gitu gak sik? Tapi saya sudah menyiapkan mental untuk mengedit, kalau diperlukan. Saya sudah berniat mempergunakan kesempatan ini untuk mengembangkan diri.

Sore tadi, si teman yang menjadi pentolan di tim redaksi ngirim pesan di WhatsApp. Gini:

Tan
U write like a pro! *tepok tangan*
Kyknya gak perlu diedit lg malah
Eh cuma ada 1-2 typo aja ding
                                             
                                                         Lo gak lagi nyepik, kan?
Kagaaakkk


*berurai air mata*

Iya, sih..dia teman saya. Tapi saya yakin, dia tidak akan membakar semangat saya dengan pura-pura berkata "U write like a pro!" gitu. When she meant it, she means it. Entah kapan saya merasa begini hidup. Serius. It's like my dream comes true. It is. Terima kasih ya, Tan for the opportunity, it means a lot to me. 

Kemudian saya minta izin untuk menambahkan status pekerjaan saya di Linkedin sebagai contributor at www.jejamo.com :)

Semoga saya bisa memanfaatkan kesempatan ini tidak seperti menghidupkan petasan. Heboh di sumbu awal, begitu habis, melepes tak berbunyi :)

I will chase for my dream. InsyaAllah.

Etapi tentang typographical error, ini kelemahan saya banget deh. Setiap kali menulis, sebanyak apa pun saya membaca ulang tulisan itu, typo tetap memberi bunga di tulisan :'D Semoga ke depan semakin membaik. So, Carrie, thank you for keeping me carrie a hope and dreams. 

SEMANGAT!

You Might Also Like

0 komentar