WEEKEND = CHEAT DAY[S]?

By 8:31:00 PM

Berikut ini adalah postingan Pak Wied Harry di Facebook, untuk bahan pembelajaran bersama :)

:: InfoSehatAlami Wied Harry ::

WEEKEND = CHEAT DAY[S]?

Bro Wied, sudah 4 bulan jalan saya menjalani FC [Wied Harry: Food Combining]. Tambah ke sini tambah rajin dan tambah semangat karena banyak perubahan positif saya alami. Utamanya berat saya susut 14 kilo dalam 3 bulan, padahal saya makan kenyang tanpa membatasi porsi makan. Kolesterol, tensi, membaik. Tidak pernah merasa perlu cheating, karena ya tidak merasa ingin melakukannya, bukan karena pantang, bukan karena nahan-nahan.
Pertanyaannya: Perlukah cheating, bro? Kata bini gue, pelaku FC wajib cheating seminggu sekali supaya relaks, ga merasa terpenjara. Makasih advisnya, bro.

JAWAB
Cheating itu kan artinya curang. Jadi kalo kita sudah tahu itu perbuatan curang -dan mendzolimi tubuh sendiri-, kenapa harus kita lakukan? [Maaf saya sengaja pilih kata *mendzolimi* karena kata tersebut saya anggap mampu menggambarkan penganiayaan yang kita lakukan pada tubuh kita sendiri dengan memasukkan makanan-minuman tidak serasi dan/atau tidak alami.]
Keinginan menyantap makanan nakal itu muncul karena toksin-toksin dalam makanan nakal tersebut masih menumpuk dalan tubuh kita. Jika FC kita benar dan tertib, toksin-toksin tersebut akan tercuci/terdetoks perlahan-lahan sambil jalan selama kita melakukan FC. Tubuh yang sudah terdetoks bersih tidak lagi memunculkan keinginan untuk cheating. Jika dalam kondisi terpaksa/kepepet sekalipun, misalnya disodori nasi padang tanpa mampu menolak, akan kita telan dengan perasaan tidak nyaman. [Meskipun saya selalu menyarankan jika terpaksa -sekali lagi *jika terpaksa*- menyantap makanan nakal, nikmati saja tanpa perlu merasa bersalah, supaya pH tubuh yang menurun akibat asupan makanan nakal tidak menjadi semakin merosot lantaran tambahan rasa bersalah kita ketika menikmati makanan/minuman- asalkan, sesudahnya pastikan Anda mengasup makanan pembentuk basa dominan, misalnya salad sayur-sayuran segar dan jus sayuran.]
Secara pribadi, saya sekarang sudah tidak bisa lagi makan mi ayam, mi bakso, martabak manis/kue terang bulan, cake-kue beli, es shanghai, es pisang ijo, bolu kukus, bronis kukus oleh-oleh, dkk. Bahkan, setelah sekian lama menjalankan Raw FC, saya tidak lagi punya minat menyantap makanan hewani, terutama yang tampak secara fisik seperti opor paha ayam, ayam bakar, pesmol ikan, dll.
Mengapa melakukan FC sampai merasa terpenjara segala. Apakah Anda selama ini melakukannya dengan tegang dan tertekan, sehingga tidak merasa bisa menikmatinya dan merasa wajib meluangkan waktu khusus untuk cheating? Jika ya, segera tingkatkan asupan makanan pembentuk basa dominan, khususnya aneka jenis sayur-sayuran segar mentah [!] - boleh tambah kelapa muda, airnya maupun daging buahnya. Rasakan hasilnya. Setelah beberapa minggu, keinginan cheating segera menghilang tanpa jejak.
Kesimpulannya, cheating itu tidak perlu dengan sengaja dijadwalkan, jika FC kita sudah benar dan tertib.
Salam sehat

You Might Also Like

0 komentar