Ingin sehat? Pahami ritme sirkadian

By 6:39:00 PM ,


Jejamo.com – Sering susah tidur? Mengantuk sehabis sarapan? Mudah lelah? Sudah merasa mengkonsumsi makanan sehat, tapi tetap sakit-sakitan? Rutin berolahraga, tapi tetap tidak bugar? 
Anda banyak menjawab ‘Ya’? Mungkin banyak aktivitas harian Anda yang tidak sesuai dengan ritme kerja tubuh  sehingga menyebabkan berbagai keluhan tersebut. Ada baiknya pahami ritme kerja tubuh terlebih dahulu, atau yang disebut Ritme Sirkadian. Ritme ini penting untuk dipahami demi mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Mengapa? Karena aktivitas tubuh yang bertentangan dengan kerja tubuh akan memperberat tugas organ tubuh dalam menjalankan fungsinya.
Apa Ritme Sirkadian itu?Ritme Sirkadian adalah perubahan-perubahan fisik, mental dan perilaku yang mengikuti siklus 24 jam. Ritme ini utamanya mengikuti respon terhadap cahaya, terang dan gelap, di alam sekitar. Ritme ini dihasilkan dari faktor-faktor alami yang ada di dalam tubuh manusia dan juga faktor lingkungan, termasuk cahaya. Ritme Sirkadian bisa mempengaruhi siklus tidur-bangun manusia, pelepasan hormon, suhu tubuh dan berbagai fungsi tubuh lainnya.
Bagaimana pembagian waktu kerja tubuh dalam Ritme Sirkadian?Siklus biologis tubuh manusia untuk melakukan metabolisme juga mengikuti Ritme Sirkadian ini, yaitu dibagi berdasarkan waktu 24 jam, berikut penjelasannya:
• Pukul 12.00 – 20.00 merupakan waktu bagi tubuh untuk siap menampung dan mencerna makanan. 
• Pukul 21.00 – 04.00 merupakan waktu penyerapan sari-sari makanan yang siap guna bagi tubuh. Pada waktu ini, tubuh bekerja sangat keras untuk merestorasi sel-sel dan melakukan perbaikan jaringan tubuh yang rusak. 
• Pukul 04.00 – 12.00 merupakan siklus sekresi tubuh di mana sisa proses metabolisme besar yang terjadi semalaman akan menghasilkan sisa-sisa yang harus dikeluarkan oleh tubuh dalam bentuk feses, air seni, keringat dan juga nafas. Proses pembuangan ini juga tak kalah menguras energi tubuh.
Berdasarkan tiga kelompok waktu tersebut, bisa dibayangkan jika kita melakukan aktivitas yang malah memberatkan sistem cerna seperti olahraga di malam hari menjelang waktu tidur, menu sarapan yang sulit untuk dicerna  sehingga kerja tubuh semakin berat atau kebiasaan bekerja hingga larut malam di kala tubuh seharusnya melakukan perbaikan sel-sel pada saat kita tidur. Jika terus menerus melakoni pola hidup demikian, maka lambat laun organ tubuh akan ambruk.
Apa yang harus dilakukan dengan memahami Ritme Sirkadian?Setelah memahami bagaimana tubuh kita bekerja berdasarkan ritme alaminya, kita bisa menata pola hidup berdasarkan ritme tersebut; waktu makan, aktivitas harian dan waktu istirahat.

Sejatinya tubuh selalu membutuhkan energi untuk melakukan setiap aktivitas. Oleh sebab itu, pasokan makanan bagi tubuh perlu diperhatikan, jangan sampai kurang. Tetapi, jangan lupa bahwa tubuh memiliki siklusnya sendiri di mana tidak setiap waktu dapat mengolah makanan yang memberatkan proses cerna, seperti seporsi nasi dan lauk pauk. Ketika tubuh sedang bekerja dengan keras, seperti pagi hari pada masa pembuangan, makanlah makanan yang mudah cerna namun dapat memasok energi yang dibutuhkan, seperti buah-buahan atau sayuran segar. Sementara makan besar bisa dilakukan pada siang hingga malam hari dengan ketentuan yang tepat.
Aktivitas harian yang membutuhkan energi seperti bekerja dan berolahraga bisa dilakukan pada pukul 12.00 – 20.00. Untuk olahraga, jangan melakukan aktivitas ini ketika perut penuh terisi. Beri jeda hingga dua jam dari waktu makan sebelum memulai latihan fisik.
Jangan lupa, istirahat adalah hal penting dari serangkaian kegiatan harian kita. Jangan pernah mengabaikan waktu tidur Anda. Penuhi kebutuhan tubuh untuk beristirahat dengan baik. Kualitas dan kuantitas waktu tidur yang baik akan menentukan kesehatan Anda. 
Jadi, jika ingin sehat, coba pahami ritme kerja tubuh Anda dan ubah pola hidup. Dengan begitu, Anda akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Semangat sehat!
Tulisan ini dimuat di sini

You Might Also Like

0 komentar