#30dayscoffeechallenge

By 7:24:00 AM ,

#30dayscoffeechallenge

Dua minggu ini saya balik ngopi lagi. Minum kopi dari vending machine *ngik. Semenjak hari ketiga nakal itu badan mulai gak enak. Kepala sih yang paling kerasa berat. Kemarin waktu bangun tidur, telapak kaki saya kaku *dang!. Alarm bunyi di mana-mana, kok bisa-bisanya saya masih aja ngopi seharga 0.70 sen itu. Malahan kadang-kadang saya beli kopi di kantin kampus yang harganya RM 1.50 - RM 2. Atau beli yang kalengan RM 1.70. Rasanya biasa aja. Cuma nyium aroma kopi pas lagi panik atau mumet kerja itu menyenangkan. Gak juga menenangkan, sih. Padahal, saya malah kemudian jadi repot bolak balik ke toilet untuk berkemih. Kalau uangnya dipake beli sayur, bisa buat dicamilin atau dibikin jus, tuh! 

Kopi, dan teh, itu sifatnya deuretikal. Jadi bakal banyak cairan tubuh yang terkuras. Kita akan kehilangan cairan sekitar 3 x jumlah cairan kopi, atau teh, yang kita minum. Kalau air minum hariannya ngepas, ya tekor. Ngepas itu, biasanya saya usahakan minum 2,5L - 3L per hari. Itu saja cuma memenuhi kebutuhan pokok lah, istilahnya. Lha, kalau ngopi? Apalagi saya kerja di ruang ber-AC, butuh air lebih, pastinya. 

Misalnya saya minum kopi sekitar 200mL, berarti saya harus bisa minum air sejumlah 3L + (3 x 200mL) untuk bisa memenuhi cairan pokok tubuh. Kalau sedang banyak kegiatan yang menguras cairan? Misal kegiatan luar yang sifatnya fisik, bakal keringetan, kepanasan, atau duduk di ruang ber-AC, ya cairan yang dibutuhkan lebih banyak. Sayangnya, kadang kita juga gak bener-bener tahu apakah tubuh cukup cairan, atau nggak. 

Saya inget, dulu ngajar dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Jeda hanya sekitar 1 jam untuk makan siang dan shalat. Tapi biasanya makan siang pun saya skip, hanya mengudap, karena ada mahasiswa bimbingan skripsi. Biasanya tiap kali masuk kelas, saya dapet jatah air minum botolah ukuran 350mL. Satu kelas itu sekitar 100 menit. Ruangan ber-AC. Biasanya, menjelang kelas ketiga saya mulai pening. Tapi saya pikir ya itu laper aja. Makanya saya makan camilan "sehat", energy bar hahaha. Lha, dulu kan saya pikir makanan gituan sehat, ya :D Terus makin sore, saya pasti makin pening. Kepala berat banget. Begitu kelas ketiga usai, pukul 4 sore, saya terus makan. Gak reda, juga. Selesai makan saya minum air putih, biasanya segelas langsung. Eh, kok enakan. Beberapa kali kejadian gitu, saya baru ngeh bahwa saya butuh cairan! Saya dehidrasi. Gila! Padahal kalau kebiasaan itu terus-terusan dilakoni, bisa terjadi kekentalan darah tuh, katanya. Iya, katanya, saya belum sempet baca-baca soal ini. Informasi itu saya tahu dari hasil berbagi sama temen-temen Food Combining Indonesia beberapa waktu lalu. 

Sejak ber-Food Combining, saya jadi sangat memerhatikan asupan cairan saya. Air yang memenuhi kebutuhan tubuh itu ya air putih, mineral, berkualitas. Air dari jus, air sup, air jeruk, itu tidak termasuk. Kalau dulu mah, minum teh dalam kemasan aja saya sebut 'minum'. Padahal saya nguras cairan tubuh, tuh >.<

Nah, saya janji semalam, begitu pagi bangun tidur, saya akan nulis blog. Isinya tentang #30dayscoffeechallenge yang akan saya lakukan. Di awal tahun, saya berniat untuk meninggalkan kopi sama sekali. Lha, ini kok malah jadi hobi. Udah dua minggu, setiap hari. Lucu, kan. Jadi mulai hari ini, saya mau lakukan #30dayscoffeechallenge yaitu berhenti meminum kopi dan menggantinya dengan segelas jus sayur. Jus sayur ini bukan hal wajib dalam FC, yang wajib itu mengkonsumsi sayur. Dikunyah, lebih baik. Tapi kadang-kadang tidak punya waktu banyak untuk duduk manis mengunyah sayur dalam jumlah banyak. Daripada tubuh jadi asam, diakali dengan minum jus sayur yang beraneka ragam. Biasanya saya minum sekali sehari, tapi gak setiap. 

Nah, untuk #30dayscoffeechallenge ini saya mau biasakan minum jus sayur setiap hari, walaupun saya sudah makan sayur banyak pada saat jam makan. Toh biaya yang dikeluarkan dengan membeli kopi ya lebih kurang aja. Saya kalau beli tomat 4-6 biji, gak sampe RM 1 harganya. Lalu wortel 2 biji gede-gede, juga gak sampe RM 1 harganya. Bokchoy paketan, biasanya saya ambil paket yang sekitar RM 1.70 - RM 2, biasanya ada 4 bongkah isinya. Nah, modal RM 4 lah, kan. Ini bisa saya buat jus untuk 2-4 kali. Masing-masing sekitar 300-500mL. 

Jadi, mari kita lihat perkembangan #30dayscoffeechallenge ini. Nanti saya akan ceritain perkembangannya kalau ada waktu nulis, ya. Semoga niat saya untuk jadi lebih sehat di 2016 bisa dimulai dari challenge ini. Let's!

Foto dari sini

You Might Also Like

0 komentar