Eh Mas...

By 9:23:00 AM

Beberapa waktu lalu ngobrol santai sama temen. Saya tanya tentang mas kawin dan hukumnya. Jangan minta saya jelasin ya, belum paham banget :)) Terus si temen cerita kalau seserahan dia uang yang dihias-hias gitu terus dikasih figura atau frame atau apalah namanya :D Alkisah, si frame itu katanya disimpen aja gitu di kamer. Mbuh dipajang atau gimana, gak paham juga. Tapi lucu juga kali ya, frame seserahan dipajang, isinya Dollar $$$$$ Hahahaha Terus saya nyeletuk "Nilainya bisa turun gak, sih?" dengan sok taunya :'D Terus dia bilang "iya juga, ya". Dia sempat cerita juga, kapan itu butuh uang, suaminya menyarankan agar uangnya dipakai saja. Tapi teman saya tidak mau, karena itu mas kawin(?) yang menurut dia, kalaupun harus dipakai, nanti sajalah kalau benar-benar gak ada jalan keluar lagi. Lalu kita bahaslah naninu naninu sampai masuk ke financial planning dan investasi. 

Saya cerita kalau saya punya kepingin investasi di Logam Mulia. Niatnya sih seuprit-seuprit aja, daripada uangnya kepake jadi barang gak jelas. Temen saya pernah ada yang bilang "lha, kalau cuma cukup buat beli se-gram atau lima gram mah, kumpulin aja dulu uangnya, Beb, sayang". Iya juga, sih. Tapi di sisi lain, saya mikir lagi. Kalau uang teronggok walau sedikit, kadang adaaaaa aja perlunya. Sementara saya ini belum bekerja lagi, jadi uang saku yang ada sangat terbatas. Uang bulanan yang ada kalau bisa ya nyisa, karena saya tau belum bisa cari uang tambahan untuk sengaja dikumpulin buat beli LM. Buktinya, dari kemarin adaaa aja keperluan. Penting semua, sih. Gak ada belanja atau jajan. Tapi, kalau si uang itu gak cair, toh sebenernya saya bisa menunda keperluan-keperluan itu. Sejauh ini, saya sudah dua kali batal beli LM karena uangnya kepake. Waktu itu target saya beli yang 5 gram aja, padahal. Tapi? Iya, batal. Belum berhasil. Jadi saya pikir, ada baiknya kalau pun bisa beli gram kecil, kenapa nggak?

Kenapa LM? Saya bukan tipe perempuan yang pakai perhiasan. Jadi kalau beli perhiasan, pun..buat apa? Disimpen aja? Sayang. Mendingan puguh aja bentuknya batangan. Ibu saya juga menyarankan itu. 

Dari obrolan itu, lalu teman saya pun mulai berpikir untuk menukar si uang yang dipajang itu dengan LM. Minimal, suatu hari nanti kalau butuh uang untuk anaknya sekolah, dia bisa menjual si LM. Kalau uang itu hanya dipajang dalam frame yang cantik, nilainya akan turun pada saat anaknya mulai masuk sekolah nanti. Sekarang uang jumlah sekian bisa nyekolahin anak dua, lha anak dia baru 2 tahun...nanti kalau benar masuk sekolah, mungkin untuk anak satu aja uang itu masih harus ditombokin, kan?

Gitu aja sih.

Foto dari sini

You Might Also Like

0 komentar