Per.pus

By 10:00:00 PM

Foto dari sini
Hari ini masuk ke Perpustakaan Tun Seri Lanang dengan sentimentil. Tiba-tiba ingatan melayang ke sekian tahun lalu ketika saya pertama kali menjadi mahasiswa, takjub dengan gedung enam lantai penuh rak dan buku. Penyejuk ruangan selalu menjadi alasan kenapa banyak pelajar duduk nyaman sampai waktu menjelang perpustakaan tutup. Kemudian saya tiba-tiba sedih. Menyadari bahwa saya mulai membereskan barang-barang di rumah sewa, urusan akademik pun hampir rampung dan akan ada waktu di mana saya berstatus alumni. Kalau sudah begitu, pengalaman rutin harian kerja di perpus jadi kenangan. 

Saya ingat, ada masa di mana saya muak dengan rutinitas pergi pagi dan pulang malam. Seharian duduk di sudut yang sama di lantai lima. Mengerjakan hal yang itu-itu saja. Tapi seolah tidak berujung. Ketika ujung lorong perjuangan sudah di depan mata, ujung mata saya pun mulai basah, sedih entah terharu. Saya akan sangat merindukan setiap sudut di perpustakaan itu. Bau buku yang khas membuat saya sangat nyaman berada di sana. 

Terima kasih telah menjadi tempat saya tertawa, menangis dan berdoa. InsyaAllah cita-cita saya tercapai, satu. Saya siap mengejar yang lainnya. 

You Might Also Like

0 komentar