#14daysplantbasedchallenge

By 9:52:00 AM


Jadi, sejak beberapa bulan terakhir ini, pola makan saya acak-acakan. Begitu gak enak tenggorokan, saya balik ke pola makan yang sebetulnya harus saya jalani setiap hari tanpa terkecuali. Tapi kemudian tergoda lagi dengan makanan-makanan baru dan jajanan-jajanan kantin, jadilah makan lagi. Malahan saya sampai berani-beraninya melanggar aturan bahwa segimana pun keinginan untuk cheating, sarapan tetap harus buah. Padahal saya tau betul, sekali saja saya melanggar aturan itu, badan saya ngiuk-ngiuk alarm-nya; begah, mual, pusing, mengantuk. 

Belum lagi saya sekarang lebih sering makan protein hewani berbanding nabati. Sepele sih, protein hewani lebih mudah dicari. Kadang mau makan siang atau malam tapi bingung makan apa, yang ada ayam penyet lagi, ayam goreng lagi, gitu terus. Sayur andalan saya ya buatan rumah, karena sering kali tidak ketemu dengan sayur (yang belum dimasak) untuk penyeimbang basa. Bahkan sayur yang sudah dimasak pun tidak terlalu banyak pilihan dan bahkan tidak semua warung makan menyediakan. 

Akhirnya, seminggu yang lalu saya buat satu challenge, #14daysplantbasedchallenge. Tujuannya sih memotivasi diri sendiri untuk kembali ke jalan yang benar haha. Akhirnya adalah satu orang teman yang ikut, lumayan. Jadi, setiap hari kami akan tulis dan posting makanan dan minuman apa saja yang kami makan, sebanyak apa cheating-nya, dan makanan diusahakan betul berbasis dari tumbuhan. 

Di hari ke-5 saya harus berangkat ke luar kota untuk mengikuti seminar. Waduh, ini bakalan kacau. Walaupun saya sudah meminta panitia untuk menyediakan makanan vegetarian, nyatanya yang disajikan tidak terlalu bersahabat. Saya bawa beberapa butir apel untuk sarapan selama di sana. Minimal sarapan pertama saya buah deh. Lanjut di seminar disediakan sarapan berat, super berat malah; nasi goreng, bihun goreng, mie goreng, telur goreng, aneka kue, teh, kopi dan air minum (RO). Biasanya saya ambi bihun atau nasi goreng, cukup untuk ganjel sampai ketemu coffee break. Saya selalu nyolong air minum botolan sebanyak yang bisa saya bawa. Hotel saya hanya menyediakan 1 botol, di sekitar hotel maupun tempat seminar tidak ada warung, transportasi yang bisa kami gunakan untuk mobile dari hotel ke tempat seminar adalah shuttle van yang tidak bisa fleksibel bawa kami ke sana ke mari. Jadi, ambil beberapa botol air minum untuk persediaan adalah ide yang cemerlang :D Kalau ada kesempatan makan di luar, saya pastikan yang dimakan adalah makanan berbasis tumbuhan. Teman-teman juga sudah tau apa yang akan saya cari untuk makan; sayuran. 

Pulang dari seminar badan saya lelah sekali, belum lagi jerawat nongol di sana sini. Sampai saja di kota tempat saya tinggal, saya langsung melesat ke swalayan terdekat untuk membeli stock sayuran dan buah. Sampai saja di rumah, langsung saya eksekusi jus sebelum tidur. Esok harinya saya berniat juice fasting, saya bawa 1 botol 350mL, 1 botol 450mL, 1 botol 250mL dan 1 botol 150mL. Ternyata jumlah itu kurang untuk kebutuhan saya dari pagi sampai pulang lagi ke rumah. Akhirnya makan juga :)) Tapi saya usahakan makan makanan yang tetap berbasih tumbuhan. Sampai di rumah saya bikin jus satu porsi lagi. Hari berikutnya juga begitu, saya minum 4 porsi jus. Jus ini saya campur antara sayur dan buah. Badan saya cepat pulih dari rasa letih, rasa kantuk tiap pagi yang sering datang juga sudah kabur dan jerawat pada kering! 

Karena sudah pernah mengalami diare dan demam tahun lalu yang pengobatannya hanya saya serahkan pada sayur dan buah segar, ternyata sembuhnya jauh lebih cepat. Untuk jerawat, saya sudah mulai tau bahwa setiap kali saya minum/makan manis-manis (yang bukan alami) dan makan gluten, pasti jerawat datang. Obatnya? Perbanyak asupan basa! Dulu, saya kalau jerawatan bisa lama radangnya. Nyut-nyutan. Belum lagi hilang bekasnya entah kapan. Tapi sekarang, perbanyak asupan basa, maka si jerawat nakal langsung kabur semua.

Saya percaya bahwa makanan hidup (dibaca: sayur dan buah segar) sangat membantu kita untuk hidup lebih sehat secara utuh, bukan artifisial saja. Kulit mau mulus? Kurangi makan makanan yang teroksidasi dan prothew. Saya pernah tuh ngerasain kulit mulus lus lus waktu saya menjalani pola hidup vegetarian. Gak lama, dua mingguan gitu deh. Tergoda sama ayam goreng doang tuh jadinya tumbang hahaha. 

Nah, rencananya saya mau lanjutin plant based eating-nya sampai satu bulan ke depan. Kalau bisa ya lebih panjang lagi. Tapi di sela-selanya juga adalah saya kasih kesempatan untuk cheating :D Tapi dalam satu minggu saya usahakan untuk makan 90% buah dan sayur/tumbuhan.

Semoga sehat ya!

You Might Also Like

0 komentar