Bawa bekal, yuk!

By 9:07:00 AM

Foto (c) jinjinger
Dari jaman SMP, sejauh yang saya ingat, saya sering membawa bekal atau biasa disebut orang bontotan. Dari kebiasaan itu, teman-teman di kelas ikutan bawa bekal juga. Jadilah jam makan siang kami ramai-ramai di kelas membuka kotak makan dan kadang-kadang saling mencicip bekal masing-masing. Kebiasaan membawa bekal ini pun saya lakukan ketika sudah bekerja. 

Waktu sekolah di Malaysia, kebiasaan membawa bekal ini sangat membantu. Saya sekolah lama, dibiayai orang tua pula. Uang yang ada harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Membawa bekal ini sangat, sangat, sangat membantu; dari segi kreativitas, keuangan dan dari segi kesehatan.

Dari segi kreativitas:
Sejak masak sendiri, saya jadi rajin cari resep-resep baru atau kalau lagi kangen makanan ini itu, saya coba masak makanan itu sendiri. Pengalaman ini bikin saya makin kreatif berkreasi dengan bahan-bahan; bumbu-bumbu, bahan pati, sayuran dan protein (hewani dan nabati).

Penyajian pun diupayakan menarik, entah itu dari penyusunan makanan di dalam kotak bekal atau bentuk makanan dimasak dengan tampilan yang menyelerakan. Dari sini, kadang-kadang  kalau kesambet, saya belajar plating, belajar padu padan warna makanan dan belajar membuat hiasan dari sayuran.

Dari segi keuangan:
Dengan membawa bekal, saya malah bisa nabung! Seporsi makanan untuk menu makan siang atau makan malam biasa saya beli dengan harga RM 5 - RM 7. Untuk sarapan biasanya sekitar RM 2 - RM 4. Nah, dengan jumlah uang segitu bisa saya pakai untuk belanja sayuran satu minggu :'D sayuran aja, lho. Biasanya ke pasar malam saya mengeluarkan uang RM 20 - RM 30 paling banyak untuk kebutuhan sayur mayur, buah-buahan dan protein. 

Dari belanja mingguan aja udah keliatan betapa masak sendiri itu lebih irit. Di awal bulan biasanya saya belanja beras dan bumbu dapur, itu pun tidak pernah lebih dari RM 50. Jadi kalau dihitung-hitung, sebulan menghabiskan uang sekitar RM 200 - RM 250. Sementara itu, kalau selalu beli di luar, hitung-hitungannya bisa dua kali lipat. Menghemat dari sisi ini bisa membantu keuangan kita; dari yang ngepas menjadi cukup; dari yang tidak bisa menabung, jadi bisa menabung :)

Dari segi kesehatan:
Sejak saya mengikuti pola makan Food Combining, membawa bekal sendiri itu sangat membantu. Setidaknya saya tahu bahan-bahan yang digunakan untuk memasak. Tidak ada MSG dan gula. Menggunakan garam yang baik. Minim oksidasi walaupun masih terpapar panas. Saya juga tahu bahan-bahan yang saya pilih adalah yang terbaik yang bisa saya temukan. Dari poin-poin itu, saya bisa yakin bahwa apa yang saya makan lebih baik dari sebelumnya. 

Nah, gimana? Banyak ya manfaat membawa bekal sendiri dari rumah?
Bawa bekal, yuk!

You Might Also Like

0 komentar