Buku

By 12:51:00 PM


Saya selalu melihat hadiah berupa buku sebagai hadiah yang "mahal", romantis, dan selalu touchy karena sangat personal. Di hari ulang tahun saya, beberapa teman pernah membelikan saya buku. Ada juga beberapa kali saya dan beberapa teman saling membelikan buku yang kami pikir sangat menarik dan akan bermanfaat di kemudian hari bagi satu sama lain. Pernah lagi, waktu dosen pembimbing saya menjelang masa pensiun, dia memberi saya satu buku Qualitative Methodology. Saya bukan main senangnya waktu itu. Nah, beberapa hari lalu atasan saya juga mewariskan tiga buku miliknya. Beliau akan pensiun bulan depan, semua orang di kantor saya dapet jatah warisan. Waktu dia menyerahkan ketiga buku itu kepada saya, dijelaskan kenapa dia pilih buku-buku itu untuk diwariskan kepada saya; sebab ini bidang saya. Dari alasan itu saja sudah terlihat bahwa hadiah buku itu sangat personal karena si pemberi tau apa yang dibutuhkan atau disukai oleh orang yang diberi. Karena, saya yakin bahwa mereka memberi kita sesuatu yang kita butuhkan dan akan kita baca. Sementara membaca adalah proses yang bukan hanya kamu bisa membaca saja, tapi kamu mengolah informasi, memahami suatu konteks. Aktivitas membaca ini kompleks dan kamu harus mendalami proses itu supaya tidak buang-buang waktu. Karea itu bagi saya, buku itu sangat personal.

Selain itu, dengan adanya tiga buku baru di rak saya, seperti tamparan berulang-ulang yang mengatakan "it's time for you to start reading and do it as a routine."

You Might Also Like

0 komentar