Tumbuh

By 9:41:00 AM

foto diambil dari sini
Semua bibit kalau tidak ditanam memang tidak akan tumbuh. Dulu selalu meratapi ide-ide yang tidak pernah wujud jadi apa-apa, bahkan rencana pun tidak tampak. Inget betul, sejak kecil, di kepala saya banyak ide bertebaran. Dari sekedar kotak tidak terpakai yang di kepala saya berubah wujud menjadi pajangan atau sesuatu yang lebih berguna berbanding nasibnya yang kemudian hanya di tempat sampah. Tentang keinginan punya rak yang berisi buku banyak dan di kepala menjadi sebuah ide membuat satu tempat yang nyaman dijadikan tempat untuk berjumpa, berbincang dan duduk diam membaca. Dan tentang banyak hal yang tidak pernah saya wujudkan jadi apa-apa selain dari 'andai saja'. 

Ketika si A, B atau C mulai terlihat berdiri di sebelah tanaman yang perlahan tumbuh tinggi, saya kemudian berpikir, dan tidak jarang meratapi, kenapa saya tidak lakukan apa yang ada di pikiran saya selama ini? kenapa sibuk saja berpikir 'bagaimana kalau?' yang berakar berkuadrat menutup ide dan keinginan itu sendiri.

Saya tahu bahwa tidak ada jalan yang mudah. Bahkan perjalanan sekolah saya yang tujuh tahun lamanya itu, pun berbeda cara menyiramnya dengan pengalaman orang lain. Tapi apalah gunanya membandingkan, kan? Terpenting adalah bibit yang ada ditanam, dirawat, biarkan tumbuh dan kelak kamu akan bisa berteduh di bawahnya.

Memulai usaha kecil yang berawal dari hobi, tidak pernah terbayang bahwa saya akan ada di jalan itu. Sudah sejak seribu tahun lalu keinginan itu ada. Tapi kemudian kebingungan; saya punya hobi apa? Akhirnya bulan lalu, dengan modal seadanya, gak meneruskan pemikiran-pemikiran 'bagaimana kalau?' saya memulai usaha kecil saya; menyediakan makanan sarapan untuk orang-orang kantor

Masih ingat, waktu itu hari Sabtu, saya dibantu oleh suami, kami belanja kotak makan, sendok, karet, tissue dan bahan-bahan baku untuk memasak sarapan. Tidak banyak yang dibeli, hanya menghitung untuk pesanan tiga hari. Pun ketika membeli kotak makanan, yang harus dibeli satu bungkus isi 100 kotak, saya agak pesimis; bisa kejual semua, kah? Tapi kemudian pikiran itu saya buang jauh-jauh dan tidak berusaha menjawab. Karena saya sudah janji: saya mau mulai melangkah.

Ingat betul, seorang teman yang mendukung saya untuk jualan pernah bilang "pasti mereka mau beli lah, kebantu banget tuh ada sarapan di kantor, tapi nanti jangan patah semangat kalau pesanan makin surut, namanya manusia, ada juga bosannya." Di dua minggu pertama masa berjualan, sehari pesanan bisa sampai 12 porsi. Senang? PASTI! Tapi kemudian saya tidak mau melambung tinggi-tinggi, karena saya tau, yang namanya jualan pasti ada naik dan turunnya. Saya tidak mau ketika pesanan hanya sedikit, kemudian saya sedih dan menduga macam-macam.

Dari proses melepaskan diri dari ketakutan, keraguan kemudian menjadi sebuah langkah kecil, tuh, bagi saya hal yang luar biasa. Punya suami, keluarga dan teman yang mendukung juga tidak kalah pentingnya dan bersyukurnya saya. Jarang saya melangkah ketika semua pertanyaan "bagaimana kalau?" belum terjawab semua. Karena saya selalu melangkah dengan antisipasi; kalau gini, harus melakukan itu. Selalu harus tau apa yang akan saya lakukan kalau ada hambatan di kemudian hari. Tapi kali ini, dan mungkin ada beberapa kali keputusan serupa saya buat, saya cukup lega karena sedikit keberanian yang saya punya telah membawa ke arah yang lebih baik.

Saya lupa mau cerita apa lagi :'D
Segitu dulu, deh.

Intinya sih: kalau punya potensi, ide, niat...jalankan!

You Might Also Like

0 komentar