Dominan

By 12:30:00 PM

Gambar dari sini
Saya selalu dipertemukan dengan orang yang dominan, agresif dan cenderung mengendalikan. Ibaratkan gelas dengan tutupnya, orang dominan seperti itu "cocok" dengan saya yang permisif dan cenderung mengakomodir keinginan dan kebutuhan orang di atas kepentingan saya. Selama ini saya selalu bisa lari. Menjauh dari tipe orang seperti itu. Tapi kali ini, saya terperangkap. I have to deal with this person.

Dalam perjalanan karir, saya  mendapat kesempatan untuk belajar banyak di posisi saya sekarang ini. Kalau bicara otoritas dan kuasa, saya punya. Tapi ketika kembali lagi ke kepribadian yang saya miliki, dalam banyak kesempatan saya malah seperti kehilangan kedua hal itu; otoritas dan kuasa. Satu sosok dominan, karena senioritas dan titel, kerap kari menghantui hari-hari saya. 

Dari setiap tugas yang saya terima, tidak ada keluhan yang berarti selain capek. Manusiawi, kan? Tapi ini, tidak pun bagian dari tugas saya, tapi menghadapi si dominan ini membayangi setiap langkah saya setiap hari. Setiap hari. Letihnya luar biasa. 

Mungkin saya  mengada-ada. Tapi sungguh, tenaga dan pikiran saya boleh dikuras untuk pekerjaan. Saya bersedia mengerjakan sesuai kemampuan saya. Tapi berhadapan dengan si dominan ini, lahir batin saya rontok rasanya. Capek. Letih.

Tapi satu hal yang saya tau, saya tidak boleh menyerah dan mengalah. Pun ini bukan tentang memenangkan apa-apa. Tapi memperjuangkan martabat diri sendiri.  

You Might Also Like

0 komentar