Bersyukur

By 8:39:00 AM

Foto dari sini
Seiring waktu, saya banyak belajar. Terutama tentang diri sendiri. Betapa saya begini dan begitu. Kalau lagi kumat ngaconya, saya akan jadi makhluk paling menyebalkan dan mengesalkan. Bahkan saya sendiri pun sering kali marah dengan diri sendiri. Tapi kalau lagi bener, saya selalu berusaha berkontemplasi; apa yang sudah saya lalui, apa yang sudah saya lakukan, apa yang bisa saya lakukan, apa yang sudah saya dapat dan lain sebagainya. 

Ada kalanya saya berbicara sendiri ketika sedang ngaco, energi negatif semakin besar saya rasakan. Capek sendiri. Biasanya saya alihkan. Kadang betul caranya, sering kali salah. Salah satu kesalahan saya adalah membiarkan saya masuk ke swalayan dan membeli banyak coklat, snack dan bahkan es krim. Kemudian saya makan semuanya sekaligus. Habis makanan satu, dilanjutkan ke makanan lainnya. Cara buruk mengalihkan pikiran supaya tidak terbawa keadaan. 

Kalau lagi bener, saya biasanya manfaatkan waktu itu untuk menulis rencana dan target-target saya. Saya menuliskan apa saja yang sudah saya capai dan akan saya lakukan. Tiba-tiba akan muncul banyak ide; tentang pekerjaan, tentang target diri sendiri, tentang membahagiakan orang di sekitar, tentang berbuat baik. Kemudian yang jadi masalah adalah eksekusi. Sedetik saja saya cuekin energi positif yang sedang ada, maka rencana-rencana itu akan terlaksana entah bila. 

Beberapa waktu terakhir ini saya mulai membiasakan diri untuk menuliskan atau mengingat apa yang sudah saya lakukan hari ini. Saya syukuri bahwa to-do-list sudah terpenuhi semua atau sudah terpenuhi separuhnya. Saya syukuri bahwa saya sampai rumah dengan selamat. Saya syukuri bahwa bisa membuat orang tertawa. Saya syukuri bahwa bisa membantu rekan kerja menyelesaikan tugasnya, dan lain sebagainya. 

Kadang saya lupa juga untuk melakukannya. Lupa mengingat. Lupa menulis. Kemudian di pagi berikutnya, sebelum memulai kegiatan hari itu, saya mencoba mengingat semua hal yang sudah saya lakukan di hari sebelumnya. Saya syukuri bahwa bisa melewati hari itu. Dengan begitu, saya mencoba membiasakan memulai hari dengan rasa syukur dan penuh harap.

Ada kalanya kenyataan tidak seperti harapan. Sebagaimana pun saya membuat diri saya percaya bahwa hari ini akan baik-baik saja, ternyata harinya tidak sebaik harapan saya. Saya coba ambil kejadian-kejadian yang saya alami untuk bahan belajar, memperbaiki diri di langkah berikutnya. 

Iya, saya masih jauh dari rasa syukur itu. Bahkan sering kali lupa berterima kasih dan bersyukur karena masih diberi umur dan kesempatan untuk melakukan sesuatu dan memperbaiki diri. Tapi  saya bersyukur Tuhan amat sangat baik, sengaco apapun saya, Dia beri ruang untuk saya untuk berbenah diri. Alhamdulillah. 

You Might Also Like

0 komentar